Luncurkan Gerakan ‘Sprint’, Ketum POGI : Masifkan Intervensi Kesehatan Reproduksi

by -35 Views
Ketum POGI, dr. Budi Wiweko & Ketua POGI Promal, dr. Janne Pattiasina Sp.OG

“Melalui Sprint, kita ingin mendorong agar masalah kematian ibu, kematian bayi, stunting, dan kanker serviks menjadi masalah kita semua. Bukan hanya masalah dinas kesehatan, bukan hanya masalah POGI, bukan hanya masalah IBI (Ikatan Bidan Indonesia), tetapi masalah seluruh bangsa Indonesia,” tegas dr. Budi.

Ambon,moluccastimes.id-Masalah tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, stunting, hingga kanker serviks di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku, tidak boleh lagi hanya menjadi beban bagi para tenaga kesehatan.

Fenomena krusial ini harus dideklarasikan sebagai masalah bersama seluruh elemen bangsa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr. Budi Wiweko, saat melantik secara resmi kepengurusan POGI Wilayah Maluku periode 2025-2028 di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Sabtu 07/11/2026.

Sebagai langkah konkret memutus ego sektoral tersebut, POGI Pusat meluncurkan sebuah gerakan kolaboratif nasional bertajuk “Sprint Selamatkan Perempuan Indonesia” untuk mengintervensi masalah kesehatan reproduksi secara masif.

Gerakan ‘Sprint’: Bukan Hanya Tugas Dinas Kesehatan

Dalam orasinya, dr. Budi Wiweko menggarisbawahi bahwa karakteristik geografis Maluku yang dipisahkan oleh lautan luas memerlukan dukungan penuh di luar sektor medis, seperti dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia usaha, hingga institusi pendidikan.

“Melalui Sprint, kita ingin mendorong agar masalah kematian ibu, kematian bayi, stunting, dan kanker serviks menjadi masalah kita semua. Bukan hanya masalah dinas kesehatan, bukan hanya masalah POGI, bukan hanya masalah IBI (Ikatan Bidan Indonesia), tetapi masalah seluruh bangsa Indonesia,” tegas dr. Budi.

Program Sprint ini sendiri membawa lima pilar fokus intervensi nyata, yaitu:

• Skrining Kanker: Deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan DNA HPV serta perluasan vaksinasi HPV.
• Kawal Kehamilan: Pendampingan nutrisi ketat bagi ibu hamil dari masa mengandung hingga persalinan.
• Edukasi Lintas Generasi: Pendidikan kesehatan reproduksi yang menyasar berbagai kelompok usia.
• Kaderisasi: Pembentukan Sprint Champion di bidang kesehatan reproduksi di daerah-daerah.
• Literasi Finansial & Sehat: Penguatan pemahaman literasi kesehatan serta keuangan dari masa kehamilan hingga menopause.

Jaringan Global Perkuat Wilayah Kepulauan

Organisasi profesi yang kini berusia 72 tahun dan menaungi sekitar 5.800 dokter spesialis kandungan di Indonesia ini tidak bergerak sendiri.

Di tingkat global, POGI telah mengamankan dukungan internasional dari lembaga kedokteran dunia seperti Japan Society of Obstetrics and Gynecology (JSOG), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), serta International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) lewat program United for Quality.

Dengan jaringan global tersebut, dr. Budi menaruh harapan besar agar pengurus POGI Wilayah Maluku yang baru dilantik mampu mengadopsi semangat kolaborasi ini sesuai dengan karakteristik daerah kepulauan.

Ia mengingatkan para dokter di Maluku bahwa keberhasilan sebuah program kerja sangat bergantung pada konsistensi penanganan di lapangan.

“Yang paling penting adalah kompetensi, kreativitas, koneksi, kolaborasi, dan komunikasi. Kemudian komitmen dan konsistensi. Hanya orang yang bisa konsisten yang mampu memberikan inovasi,” pungkas pria smart itu.(MT-01)