Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu lanjutnya, selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses ekonomi dan keuangan, serta penciptaan lapangan kerja.
Jakarta,moluccastimes.id-Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pondok pesantren.
“Penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat. Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ulas Menteri Agama dalam peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan, 22/06/2026.
Sementara itu, terdapat 4 program unggulan sebagai bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada tahun 2026 :
£. Cangkir Barista, bertujuan meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu ke hilir, melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada 400 barista hingga pendampingan usaha membuka usaha kedai kopi. Para barista ini diharapkan dapat mengembangkan ekosistem kopi yang terhubung dengan para petani kopi dalam negeri dan importir kopi luar negeri.
£. Citra Nusa. yang betujuan agar UMKM wastra Indonesia semakin kuat di pasar ekspor dan menyerap tenaga kerja yang lebih besar. Penguatan kapasitas teknis, kapasitas kewirausahaan dan inovasi desain produk kepada 300 pelaku UMKM diharapkan memperluas peluang menembus pasar global.
£. Air Berkah Indonesia, program yang mendorong kemandirian ekonomi pesantren dengan melakukan pengolahan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal yang menargetkan 200 pesantren pada 2026.
£.Tani Berkah Indonesia, melalui pemanfaatan teknologi greenhouse, program Tani Berkah Indonesia diharapkan dapat mendorong produksi dan keekonomian hasil pertanian pesantren, penyerapan tenaga kerja serta pada akhirnya turut menjaga ketahanan pangan daerah. Implementasi program ini ditargetkan pada 10 pesantren setiap tahun.
Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu lanjutnya, selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses ekonomi dan keuangan, serta penciptaan lapangan kerja.
Program ini dirancang secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor untuk mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing. (MT-01)
