Ambon,MollucasTimes.Com-Sekitar 36 orang pasien prostat saat ini sementara dioperasi oleh tim dokter dari Vlissingen Belanda di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy, Kudamati.
Demikian diungkapkan Pjs. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr.Nurhayati Yassin di Balai Kota Ambon, Rabu 18/10/17.
Kegiatan operasi prostat menurutnya akan dilakukan selama satu minggu. “Operasi sejak tanggal 17 hingga 25 Oktober. Sementara tanggal 26 dan 27 akan diselenggarakan symposium,” ujarnya.
Dirincikannya, pada awalnya sekitar 100 orang yang mendaftar melalui puskesmas di Kota Ambon.
“Pendaftaran tersebut sekaligus dilakukan screening dan 36 diantaranya terdapat pasien prostat, sementara sisanya bervariasi ada yang mengalami kista di ginjal dan sebagainya,” tuturnya.
Nurhayati mengakui antusias masyarakat sangat tingggi terutama dari luar Kota Ambon. “Pasien prostat kebanyakan dari Kabupaten Seram Bagian Barat. Walaupun ada satu atau dua juga yang berasal dari Kota Ambon,” akunya.
Dijelaskannya, prostat merupakan kelenjar di bawah kantung kemih pada kaum pria. Kelenjar ini menghasilkan sebagian besar cairan air mani yang menjaga sperma tetap hidup.
“Kelenjar ini berkembang sebelum bayi lahir hingga mencapai usia dewasa dipengaruhi oleh testoteron atau hormon seksual pria,” jelasnya.
Seperti yang diketahuinya penyebab penyakit prostat bagi pria lanjut diantaranya faktor usia, genetik,lingkungan,konsumsi obat berlebihan, kurang berolahraga.
“Bahkan dapat dipicu juga karena aktivitas seksual berlebihan, seks bebas, masturbasi yang merangsang peradangan prostat, stress yang menyebabkan lelah fisik serta penurunan daya tahan tubuh bahkan dapat diakibatkan karena banyak duduk serta konsumsi alkohol berlebihan,” rincinya.
Sementara itu, gejala yang sering dialami yaitu nyeri di bawah perut jika menahan kencing, mengeluarkan keringat dingin, kurang lancar air seni bahkan tidak tuntas, buang air kecil dalam sehari 10-20 kali, tidak puas walau sudah berkemih, berkemih disertai darah, gangguan ereksi karena prostat membesar, nyeri saat ejakulasi disertai darah. Lebih sering dialami juga oleh penderita sakit jantung dan penderita kencing manis.
“Karena itu, bagi warga yang merasakan gejala demikian secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.Jangan menunggu hingga menjadi kanker, yang pada akhirnya harus dioperasi,” Nurhayati menghimbau. (MT-09)
