“Kalau Bulog hanya sekadar menyalurkan bantuan pangan saja, menurut kita, terlalu sederhana cara kerjanya. Artinya, enggak salah Bulog juga menyalurkan bahan pokok yang lainnya seperti minyak goreng dan lain-lain,” tandas pria smart itu.
Ambon,moluccastumes.id-Anggota Komisioner Ombudsman RI, Fikri Yasin, S.I.Kom., M.I.Kom meminta Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara untuk memperluas peran mereka dalam menjaga stabilitas harga.
Hal tersebut diungkapkan saat meninjau kompleks Gudang Bulog di kawasan Halong, Ambon, Selasa 28/07/2026.
“Kami menilai peran Bulog akan terlalu sederhana jika fungsinya hanya terbatas pada penyaluran program bantuan pangan saja,” ujar Fikri yang saat kunjungan didampingi Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si dan Kepala Kanwil Bulog Maluku-Malut, Rudy Senawi Tahir.
Menurut Fikri, komoditas mendasar seperti beras memang menjadi fokus utama. Namun, Bulog juga harus aktif memastikan ketersediaan dan mendistribusikan bahan pokok penting lainnya kepada masyarakat luas.
“Kalau Bulog hanya sekadar menyalurkan bantuan pangan saja, menurut kita, terlalu sederhana cara kerjanya. Artinya, enggak salah Bulog juga menyalurkan bahan pokok yang lainnya seperti minyak goreng dan lain-lain,” tandas pria smart itu.
Sementara itu, kunjungan kerja ini dilakukan sebagai langkah pengawasan untuk mengantisipasi fluktuasi harga dan kelangkaan barang, terutama menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus hingga momen pergantian tahun mendatang.
Menanggapi pengawasan dari Ombudsman RI, Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si menyatakan bahwa tren positif ketersediaan bahan pokok di Ambon harus terus dipertahankan.
“Pemerintah daerah tidak ingin kelangkaan komoditas mendasar mengganggu aktivitas ekonomi warga pada bulan-bulan mendatang. Melalui kerja sama yang erat dengan Bulog, Pemkot Ambon siap mengawal jalur distribusi logistik pangan agar tetap merata hingga ke tingkat distributor paling bawah,” lugasnya.
Disisi lain, Kepala Kanwil Bulog Maluku-Malut, Rudy Senawi Tahir menyatakan stok pangan komoditas strategis di Maluku dipastikan aman hingga 4 bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan Oktober atau akhir tahun.
Menurut Tahir, Seluruh persediaan pangan ini disimpan secara tersebar di beberapa jaringan gudang logistik Bulog yang berada di Ambon, Masohi, Tual, Saumlaki, serta Ternate. (MT-01)
