“Ke depan, komunikasi dengan daerah penghasil akan diperkuat agar penyangga stok dapat dimaksimalkan dan membantu pengendalian inflasi di Kota Ambon. Dengan langkah konsisten dan berkelanjutan kita upayakan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” kuncinya.
Ambon,moluccastimes.id-Lonjakan inflasi pada akhir tahun 2025 dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi dari pemerintah pusat, sehingga berdampak luas pada harga komoditas lainnya.
Hal ini diakui Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, S. Sos dalam Rapat Evaluasi TPID Kota Ambon yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Kamis 08/01/2026.
“Inflasi year on year Kota Ambon mencapai 4,23 persen. Ini menandakan laju inflasi cukup tinggi di akhir 2025, salah satunya dipicu oleh lonjakan transportasi udara,” ungkap wanita cantik itu.
Menanggapi kondisi tersebut, sambungnya, Pemkot Ambon memastikan akan melanjutkan dan memperkuat intervensi harga, termasuk rencana pembangunan kios atau pasar pengendali untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan barang di pasar.
“Kios pengendali ini penting untuk memantau harga sekaligus menyediakan stok komoditas tertentu agar masyarakat bisa memperoleh harga yang terjangkau,” tegas Toisutta.
Srikandi Kota Ambon itu juga menegaskan Pemkot Ambon juga akan memperkuat kembali kerja sama antar daerah dengan kabupaten penyangga seperti Kabupaten Buru dan Maluku Tengah guna memastikan kelancaran pasokan komoditas.
“Ke depan, komunikasi dengan daerah penghasil akan diperkuat agar penyangga stok dapat dimaksimalkan dan membantu pengendalian inflasi di Kota Ambon. Dengan langkah konsisten dan berkelanjutan kita upayakan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” kuncinya. (MT-01)

m
e

09
-6



