Kasrul berharap hasil FGD dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi daerah yang lebih terarah, sekaligus memperkuat kesiapan pelaku usaha lokal, petani, peternak, dan masyarakat dalam menyambut peluang ekonomi yang dihadirkan oleh Proyek Abadi Masela.
Ambon,moluccastimes.id-Pengembangan rantai pasok lokal menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Maluku karena sebagian besar kebutuhan pangan dan berbagai komoditas strategis masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyikapi Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd, Kamis 11/06/2026
Menurutnya hasil kajian yang dilakukan Unpatti perlu terus diperkaya dengan data dan informasi dari pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Ia mencontohkan tantangan pemenuhan kebutuhan pangan yang saat ini dihadapi Maluku, terutama dalam mendukung berbagai program nasional. Salah satunya adalah kebutuhan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jumlahnya cukup besar.
“Apabila terdapat sekitar 100 ribu penerima manfaat program tersebut di Kota Ambon dan setiap siswa memperoleh dua butir telur setiap minggu, maka kebutuhan telur dapat mencapai sekitar 200 ribu butir per minggu. Kondisi ini menunjukkan bahwa kita harus mulai mempersiapkan kapasitas produksi lokal secara lebih serius agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan proyek-proyek besar yang akan hadir di Maluku,” jelasnya.
Kasrul berharap hasil FGD dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi daerah yang lebih terarah, sekaligus memperkuat kesiapan pelaku usaha lokal, petani, peternak, dan masyarakat dalam menyambut peluang ekonomi yang dihadirkan oleh Proyek Abadi Masela.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, ia optimistis Maluku dapat membangun ekosistem rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat daerah,” pungkasnya.
FGD ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang, S.T., M.T., pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Ketua Tim Terpadu PDSK Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, pimpinan SKK Migas Pusat dan Perwakilan Maluku-Papua, pimpinan INPEX Masela Ltd., pimpinan OPD terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta perwakilan organisasi wanita, organisasi profesi, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.(MT-01)
