“Pastori bukan hanya rumah tinggal bagi pelayan Tuhan, tetapi juga menjadi rumah pelayanan, rumah penguatan iman, rumah konseling, rumah doa, dan tempat hadirnya pengharapan bagi jemaat,” ucap Wali Kota.
Ambon,moluccastimes.id-Pertumbuhan pelayanan, iman, serta penguatan persekutuan umat merupakan momen sakral dari sebuah pentahbisan maupun peresmian gedung gereja maupun pastori gereja.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si disela ibadah syukur pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori II Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bukit Zaitun Gunung Nona, Minggu 24/05/2026.
“Pastori bukan hanya rumah tinggal bagi pelayan Tuhan, tetapi juga menjadi rumah pelayanan, rumah penguatan iman, rumah konseling, rumah doa, dan tempat hadirnya pengharapan bagi jemaat,” ucap Wali Kota.
Diakuinya, ditengah pertumbuhan jumlah jemaat dan luasnya wilayah pelayanan, kebutuhan akan sarana pelayanan yang memadai, dinilai menjadi hal penting dan harus dipersiapkan dengan baik lewat kerja sama, pengorbanan, doa, tenaga, pikiran, serta komitmen dari banyak pihak.
“Perjalanan panjang jemaat hingga menjadi kuat seperti saat ini merupakan bukti penyertaan Tuhan, dalam kehidupan umat. Saya mengapresiasi semua pihak termasuk panitia pembangunan, Majelis Jemaat, donatur, serta warga Jemaat GPM yang tetap memberikan dukungan hingga proses pembangunan Gedung Pastori II Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bukit Zaitun Gunung Nona ini dapat selesai paripurna,” lugasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyoroti pembangunan Kota Ambon juga melalui pembangunan sumber daya manusia, dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Ia menambahkan, dalam kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Ambon tetap berupaya hadir dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan pelayanan keagamaan.
“Saya berharap Jemaat GPM Bukit Zaitun dapat terus menjadi mitra pemerintah, dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan masyarakat, serta membina generasi muda agar memiliki karakter, iman, dan kepedulian sosial yang baik. Itulah gereja yang kuat. Kiranya bangunan ini menjadi berkat bagi pelayanan gereja, menjadi rumah penguatan iman bagi umat, dan menjadi tempat hadirnya damai sejahtera Tuhan bagi semua orang,” pungkasnya. (MT-01)
