Pergembalaan Menuju Pelantikan Badan Penyelenggara Pelayanan GPM, Sapulette Ingatkan Hal Ini

by -7 Views

“Dalam kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan atensi serta apresiasi kepada bapak ibu serta saudara-saudari yang telah bersedia untuk melayani lewat Badan Penyelenggara Pelayanan GPM periode 2026-2030,” ucap Sapulette.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya mendukung pembangunan gereja yang adalah Tubuh Kristus, maka seluruh sumber daya manusia yang terhisop didalam Gereja Protestan Maluku (GPM) perlu ditingkatkan kapasitasnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Sinode GPM, Pdt. S. I Sapulette, M.Si disela pergembalaan menuju pelantikan Badan Penyelenggara Pelayanan GPM Tahun Pelayanan 2026-2030, bertempat di Gereja Maranatha, Sabtu 16/05/2026.

“Dalam kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan atensi serta apresiasi kepada bapak ibu serta saudara-saudari yang telah bersedia untuk melayani lewat Badan Penyelenggara Pelayanan GPM periode 2026-2030,” ucap Sapulette.

Pendeta smart itu menyampaikan beberapa hal penting terkait pelayanan yang dilakukan dalam kapasitas sebagai Badan Penyelenggara Pelayanan GPM.

“Ada tiga hal yang perlu saya ingatkan kepada kita semua,” timpalnya.

Hal pertama, bahwa kita semua adalah sumber daya umat gereja yang memiliki peran penting didalam kerangka pembangunan gereja sebagai Tubuh Kristus.

“Kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam melaksanakan amanat pelayanan yang diamanatkan oleh Kristus. Seluruh karunia dan talenta yang merupakan pemberian Kristus bertujuan untuk diberdayakan dalam pelayanan sehingga membangun gereja sebagai Tubuh Krisus. Selain itu sumber daya yang kita miliki harus diupayakan untuk memberkati sesama,” terang Sapulette.

Ditegaskan, para pelayan Badan Penyelenggara Pelayanan GPM harus menyadari bahwa keterlibatan ini merupakan panggilan untuk berpartisipasi melaksanakan amanat pelayanan gereja.

“Selain itu juga sebagai sumber daya penggerak untuk secara bersama-sama melaksanakan amanat pelayanan yang Kristus percayakan kepada gerejanya,” timpal pria yang kerap disapa Pendeta Cak ini.

Hal kedua, bahwa tanggungjawab pelayanan berada pada seluruh warga gereja, bukan saja para pendeta maupun pelayan khusus.

“Keterlibatan serta partisipasi kita semua dalam melaksanakan misi yang Tuhan percayakan ini hendaklah dilaksanakan dengan baik sebagai respons iman atas panggilan untuk menjadi saksi Kristus melayani sesama dan bertanggung jawab atas kehidupan gereja,” ucapnya.

Hal ketiga, bahwa panggilan ini menjadi batu-batu yang hidup bagi pembangunan jemaat dan gereja sebagai suatu rumah rohani.

“Karena itu, aspek terpenting adalah masing-masing memahami fungsi sehingga membentuk bangunan rohani yang indah. Kapasitas, kapabilitas akan terkontribusi membawa kemajuan dalam pelayanan yang inovatif dan transformis. Lakukan dan kerjakanlah tugas dan fungsi dengan baik dan benar saling mengingatkan dan menggerakan agar semua fungsi gereja dan setiap tugas dapat dikerjakan sesuai dengan kepercayaa yang diberikan,” paparnya.

 

Sapulette menambahkan, rencana pengembangan pelayanan tersebut telah ditetapkan dalam Persidangan Sinode 2025 lalu.

“Sehingga pelantikan yang akan dilakukan besok hari akan menjadi arah dan gerak pelayanan kita bersama,” tegasnya.

Disisi lain, pria smart itu juga mengingatkan bahwa ada rekomendasi-rekomendasi dalam melaksanakan tugas sebagai Badan Penyelenggara Pelayanan GPM yang harus dilakukan selama periode ini yang berpedoman pada Firman Tuhan, ajaran gereja, tata gereja dan peraturan peraturan gereja serta keputusan-keputusan.

“Tidak lupa kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Badan Penyelenggara Pelayanan GPM periode yang lalu, atas dedikasi, partisipasi, kerjasama, hati yang melayani umat. Harapan kami, para pelayan Badan Penyelenggara Pelayanan GPM periode ini dapat bekerja dengan baik, terus aktif, saling mengingatkan dan menggerakkan, agar semua fungsi gereja berjalan sesuai amanat Kristus,” pungkasnya.

Prosesi  pergembalaan dibuka oleh Wakil Ketua Sinode GPM, Pdt. A. Lohy, S.Th. (MT-01)