Perkuat Awareness Karyawan, Bandara Int Pattimura Masifkan Edukasi P3K & Cegah Kanker

by -12 Views
GM Bandar Udara Int Pattimura, Johan Seno Acton

“Menurut data kesehatan (Kemenkes-red), kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru terbanyak, sementara kanker paru-paru menjadi penyebab angka kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia. Karena itu edukasi ini dinilai sangat penting dan perlu dilakukan secara masif terkait dengan pengenalan kondisi, gejala awal, hingga metode penanganannya,” beber Johan.

Ambon,moluccastimeas.id-PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Cabang Bandara Int Pattimura bersama Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Provinsi Maluku menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta edukasi penyakit kanker bagi para petugas lini depan (front liner) serta karyawan sebagai garda terdepan.

“Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kepedulian (awareness) karyawan yang berinteraksi langsung dengan para pengguna jasa bandara,” ungkap General Manager Bandar Udara Int Pattimura, Johan Seno Acton saat diwawancara  molucccastimes.id, Jumat 24/07/2026.

Pria smart itu mengaku, sosialisasi dan edukasi tersebut sangat penting.

“Menurut data kesehatan (Kemenkes-red), kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru terbanyak, sementara kanker paru-paru menjadi penyebab angka kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia. Karena itu edukasi ini dinilai sangat penting dan perlu dilakukan secara masif terkait dengan pengenalan kondisi, gejala awal, hingga metode penanganannya,” beber Johan.

Dirinya berharap melalui edukasi tersebut, seluruh karyawan memperoleh bekal pengetahuan dan mneingkatkan kesiapan dalam menangani kegawatdaduratan (P3K) serta penanganan kanker secara dini.

“Dampak positif dari kegiatan ini juga diharapkan tidak berhenti pada lingkungan kerja saja, melainkan dapat disebarluaskan oleh karyawan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, hingga kerabat terdekat mereka,” tandas pria tampan itu.

Jebolan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug itu bersyukur kegiatan berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini sangat kolaboratif karena diikuti para pemangku kepentingan (stakeholder) di lingkungan Angkasa Pura Grup dengan penuh antusias,” timpalnya.

Pemaparan

Dalam sesi pertama, peserta mengikuti Knowledge Sharing terkait P3K, peserta diedukasi mengenai prinsip keselamatan dasar, termasuk memastikan keamanan lokasi sebelum menolong korban.  Selain itu juga dibekali metode evaluasi kesadaran menggunakan teknik ASNT (Awas, Suara, Nyeri, Tidak merespon) serta observasi fisik LDR (Lihat, Dengar, Rasakan) sebagai standar tindakan sebelum bantuan medis tiba.

“Kepanikan sering kali menjadi musuh utama saat terjadi kecelakaan. Dengan membekali karyawan menggunakan metode evaluasi sederhana seperti ASNT dan LDR, kita berharap mereka dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan terukur,” ujar perwakilan manajemen perusahaan saat menyampaikan materi P3K.

Sementara sesi kedua dilanjutkan dengan penyuluhan pencegahan tumor dan kanker oleh perwakilan resmi Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN), Ny. Nisa yang mejelaskan berbagai karakteristik penyakit, mulai dari kanker nasofaring yang sulit dideteksi pada stadium awal, hingga tumor jinak seperti lipoma dan fibroadenoma mammae (FAM).

Wanita smart itu mengingatkan pentingnya perawatan pascaoperasi karena pasien yang telah mengangkat kanker tetap berisiko kambuh dalam waktu 1 hingga 3 tahun jika tidak melakukan pencegahan konsisten.

“Banyak jenis kanker tidak menunjukkan gejala spesifik pada stadium awal sehingga sering terlambat disadari. Kami dari YBKN terus menekankan bahwa deteksi dini dan perawatan pencegahan secara konsisten adalah kunci,” tegasnya.

Harapan yang sama agar para pemangku kepentingan (stakeholders) Angkasa Pura Grup yang mengikuti kegiatan tersebut mampu memberikan bekal pengetahuan yang baik dengan target dapat melindungi diri sendiri, keluarga, hingga kerabat terdekat karyawan.(MT-01)