Sidang Jemaat ke-53 Jemaat GPM Rehoboth, Beresaby : Tangungjawab Pelayanan Harus Berakar Pada Kasih

by -9 Views

“Mulai dari pembinaan anak, remaja, pemuda, hingga warga gereja yang berkebutuhan khusus. Inilah pelayanan hakiki dalam lingkungan keumatan dengan kasih Allah,” tandasnya.

Ambon,moluccastimes.id-Persidangan gerejawi merupakan ruang penataan sekaligus pengembangan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam panggilannya meneguhkan visi Allah ditengah dunia.

“Karena itu, maka gereja terpanggil untuk melakukan tanggungjawab terkait persoalan yang dihadapi umat dalam kapasitas sebagai tubuh Kristus,” demikian Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Klasis Pulau Ambon, Pdt. W. A. Beresaby, M.Th disela pembukaan Sidang Jemaat ke-53 Jemaat GPM Rehoboth, Minggu, 08/02/2025.

Persidangan sebagai sarana untuk menghidupi kehendak Allah di tengah jemaat dan bangsa.

“Dengan demikian maka tanggungjawab pelayanan harus berakar pada kasih, saling memperhatikan, dan saling melayani,” lugas pria smart itu.

 

Dengan mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan sub tema “Layanilah Umat dengan Tekun dan Sesuai Kasih Allah” menurutnya terfokus pada pelayanan yang diawali dari dalam keluarga.

“Mulai dari pembinaan anak, remaja, pemuda, hingga warga gereja yang berkebutuhan khusus. Inilah pelayanan hakiki dalam lingkungan keumatan dengan kasih Allah,” tandasnya.

Lebih jauh pendeta berkacamata itu mengungkapkan GPM Jemaat Rehoboth memiliki histori yang strategis dalam sejarah GPM.

“Saat ini dalam usia ke-120 tahun, Jemaat GPM Rehoboth semakin bertumbuh menuju Satu Abad GPM bersama 34 klasis. Semoga pelayanan menuju satu abad terus menggarami sehingga umat tetap hidup dalam kasih Allah,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W. D. Tuhumena, mengungkapkan Sidang Jemaat ke-53 GPM Rehoboth adalah momen evaluasi pelaksanaan program pelayanan tahun 2025.

“Tahun 2025 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Renstra Jemaat 2021–2025. Tim Litbang Jemaat telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyerahkan dokumen hasil evaluasi tersebut sebagai dasar penyusunan arah pelayanan ke depan,” tukasnya.

Dijelaskan, dari 93 program kegiatan, sebanyak 86 kegiatan atau sekitar 92 persen berhasil dilaksanakan, sementara 7 kegiatan atau 8 persen belum terlaksana karena berbagai pertimbangan. Dari segi pelayanan dan pengelolaan keuangan diyakini sebagai buah dari pelayanan umat yang disertasi anugerah Tuhan.

Selanjutnyam dalam persidangan tersebut juga menetapkan program pelayanan dan keputusan strategis dengan mempertimbangkan pemberdayaan umat, kebutuhan ekonomi jemaat, serta kemampuan keuangan gereja secara realistis.

“Sebagai wujud pelayanan konkret, sejak tahun 2025 pembiayaan akta baptisan kudus digratiskan bagi seluruh warga jemaat. Untuk tahun 2026 ini Jemaat GPM Rehoboth juga akan melepas 4 pendeta jemaat yang memasuki masa purna tugas,” rincinya.

Dengan menghidupi motto GPM, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan,” Tuhumena berharap melahirkan keputusan-keputusan bijaksana yang meneguhkan pelayanan gereja dalam menjawab panggilan zaman

“Serta sebagai sarana peneguhan iman, pemulihan relasi pelayanan, serta penguatan peran gereja dalam membangun kehidupan umat dan bangsa,” tutupnya. (MT-01)

 

09 -6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *