Sidang ke-43 Jemaat GPM Bethabara, KMJ Minta Perhatian Sejumlah Gumulan Pelayanan 2026

by -10 Views

“Beberapa hal ini menjadi gumulan kita diantaranya : (1) tantangan dan masalah dalam keluarga Kristen meliputi iman spiritual, relasi dalam keluarga, pendidikan anak, sosial dan lingkungan. (2) tantangan ekonomi baik nasional maupun global , ketidakstabilan ekonomi global akibat konflik geo politik perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, Perang dangan Amerika-Tiongkok yang turut berimplikasi hingga ke Kota Ambon. (3) tantangan generasi muda yang hilang arah dan terjerumus minuman keras, judi, narkoba, sex bebas. (4) tantangan cuaca ekstrim, dampak bencana yang berujung korban jiwa. (5) Keharusan menciptakan kedamaian merawat persaudaraan antar agama, suku, dalam bingkai gereja orang basudara. (6) Gumulan status tanah Jemaat GPM Bethabara. (7) Butuh dukungan pemerintah sebagai mitra dalam pengembangan jemaat guna mewujudkan kemajuan, kemandirian, kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Ambon,moluccastimes.id-Tahun 2026 merupakan tahun pertama Jemaat GPM Bethabara melaksanakan program dan kegiatan berdasarkan Rencana Pengambangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) GPM Bethabara 2026-2030 sesuai dokumen yang akan ditetapkan dalam persidangan hari ini.

Demikian ulasan Ketua Majelis Jemaat GPM Bethabara, Pdt. Ny. Ni Nyoman Lastriningsih Likumahwa-M disela pembukaan Sidang ke-43 Jemaat GPM Bethabara, Minggu 22/02/2026.

“Karena itu, harapan kami gereja ini semakin mampu menjawab problematika pelayanan serta mendorong desentralisasi prakarsa gereja secera efektif dan konktekstual. Hal ini membuktikan gereja yang dinamis mampu menjawab Amanat Panggilan dan Pengutusan Tuhan lewat berbagai pergumulan baik sosial, ekonomi, spiritual jemaat hingga perubahan zaman yang menuntut gereja harus berbenah,” ungkap pendeta wanita asal Bali itu.

Dirinya juga meminta agar pelayanan 2026 pelayan dan warga gereja memperhatikan sejumlah tantangan yang harus dihadapi secara bersama.

“Beberapa hal ini menjadi gumulan kita diantaranya : (1) tantangan dan masalah dalam keluarga Kristen meliputi iman spiritual, relasi dalam keluarga, pendidikan anak, sosial dan lingkungan. (2) tantangan ekonomi baik nasional maupun global , ketidakstabilan ekonomi global akibat konflik geo politik perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, Perang dangan Amerika-Tiongkok yang turut berimplikasi hingga ke Kota Ambon. (3) tantangan generasi muda yang hilang arah dan terjerumus minuman keras, judi, narkoba, sex bebas. (4) tantangan cuaca ekstrim, dampak bencana yang berujung korban jiwa. (5) Keharusan menciptakan kedamaian merawat persaudaraan antar agama, suku, dalam bingkai gereja orang basudara. (6) Gumulan status tanah Jemaat GPM Bethabara. (7) Butuh dukungan pemerintah sebagai mitra dalam pengembangan jemaat guna mewujudkan kemajuan, kemandirian, kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut Ni Nyoman merincikan realitas implementasi program sesuai evaluasi keputusan Sidang ke-42 dengan berorientasi pada 4 seksi pelayanan dan rekomendasi.

“Seksi Pemberdayaan Teologi dan Pembinaan Umat (PTPU) dari 34 kegiatan yang ditetapkan 29 diantaranya terealisasi; Seksi Pemberitaan Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK) dari 10 kegiatan startegis, 9 kegiatan yang terealisasi; Seksi Penegmbangan Oikumene Semesta (POS) dari 10 kegiatan, 9 yang terealisasi; Seksi Penataan dan Pengembangan Kelembagaan (PPK) dari 11 kegiatan, terealisasi 10 kegiatan; Rekomendasi sebanyak 11 yang terealisasi 9 rekomendasi,” rincinya.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan, program pelayanan dan rekomendasi tahun 2025 sebanyak 76 kegiatan terealisasi sebanyak 45 kegiatan atau 73,03%. Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat tahun 2025 dianggarkan berimbang yaitu Rp. 1.441.951.948 serta realisasi Rp 1.573.640.899 atau 109,13%.

“Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa kami belum mampu mengimplementasikan keputusan sidang ke-42 Jemaat GPM Bethabara, walaupun demikian upaya yang kami lakukan sudah semaksimal mungkin dengan orientasi pada prioritas program dan kegiatan strategis,” ujarnya.

Disisi lain, Ni Nyoman menyoroti tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah” merupakan dasar teologis dan inspirasi bagi umat dan pelayan sebagai peneguhan identitas gereja menyongsong satu abad karya pelayanan GPM.

“Kehadiran sebagai gereja di Kota Ambon harus menjadi berkat, garam dan terang, menghadirkan kasih Kristus ditengah dinamika global,” timpalnya.

Dengan kerendahan hati, Ni Nyoman mengobarkan semangat kebersamaan : melayani Tuhan adalah kesempatan untuk mencerminkan kasihNya. Tuhan tidak meminta kita untuk sempurna tetapi meminta kita setia melayani-Nya. (MT-01)

 

 

09 -6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *