Sidang Ke-45 Jemaat GPM Mahu, Zella R. Tan : Grafik Pelayanan Naik, Terimakasih MPK PP Lease & Perangkat Pelayan GPM Mahu

by -10 Views

“Tahun 2025, program yang telah ditetapkan beserta 71 kegiatannya cakupannya mencapai 78,9%. Pelaksanaan rekomendasi mencapai 100%, serta keuangan gereja yang dianggarkan sebesar Rp. 395.000.000 dan terealisasi sebesar Rp. 401.609.500, hal ini menunjukkan grafik pelayanan kita naik. Olehnya saya menghimbau mari kita jadikan persidanagn ini selain mengevaluasi program kerja tahunan, juga sebagai media optimalisasi semua potensi untuk menopang pelayanan gereja lewat rekomendasi yang akan kita tetapkan untuk menjawab problematika dalam jemaat,” rincinya.

Mahu,moluccastimes.id-Gereja yang bertumuh dalam konteks majemuk dan dinamika bergereja yang beragam dimana gereja terpanggil melaksaakan pekabaran injil dalam berbagai aspek guna menjawab pergumulan umat.

Demikian Ketua Majelis Jemaat GPM Mahu, Pdt. Ny. Zella R. Tan, S.Si dalam pidato pembukaan Persidangan Ke-45 Jemaat GPM Mahu, 15/02/2026.

“Karena itu, maka tahun 2026 Mejelis Jemaat komitmen perkuat pelayanan berbasis keluarga diantaranya pelayan hari kelahiran maupun melakukan pendampingan bagi warga gereja yang hidup serumah tanpa ikatan pernikahan guna menumbuhkan spiritual keluarga yang takut akan Tuhan Yesus. Sehingga diharapkan, moralitas keluarga Allah menjadi gaya hidup. Disisi lain, menghindari kesenjangan etnik, kekosongan spiritiual dalam peran gereja ditengah arus zaman,” terang pendeta smart itu.

Dikatakan, Persidangan ke-45 GPM Mahu merupakan rangkaian program lima tahunan pelayanan periode 2025-2030.

“Persidangan bukanlah agenda tetap tiap tahun saja melainkan merupakan implementasi program tahunan gerejawi yang tertuang dalam Pola Induk Pelayanan dan Rancangan Induk Program Pelayanan (PIP-RIPP) GPM. Dimana dalam PIP-RIPP ini kita telah melalui berbagai tahapan yaitu tahapan sosialsasi, perencanan dan pelaksanaan pada 2005-2010. Kemudian tahapam pemantapan, kemandirian dan kematangan periode 2010-2015. Selanjutnya tahapan pemandirian dan transformasi pada periode 2020-2025 yang diselingi dengan pendekatan perencanaan pelayanan penyiapan dokumen perencanaan dan penyusunan RPPJ sebagai tangungjawab iman dalam misi Allah (mossio dei). dokumen ini membantu perencanan pelayanan menggumuli arah dan langkah pelayanan,” terangnya.

Mengusung tema persidangan : Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10).
Subtema: “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah” menurutnya merupakan perintah pemberitaan (praedicamentum) tentang masa-masa damai sejahtera Allah dengan jalan mengerjakan keselamatan.

“Melalui wujud etika yang menunjukkan perilaku Kristiani yang patut diteladani juga empati kepada sesama yang lemah, miskin, termarginalkan sebagai bagian pelayanan kasih Allah. Serta memiliki moralitas yang baik sebagai seorang pelayan disamping memelihara citra diri selaku umat Alla dan pelayan Yesus Kristus,” tambahnya.

Dirinya juga menyoroti sub tema sebagai pembimbing di dekade ke-9 GPM sebagai nasehat kerasulan (Paranesis) untuk menyatakan keberanian profetik sehingga gereja berbuah.

“Nasehat kerasulan menurut GPM adalah sebagai gereja yang bermanfaat, berguna serta berbuah. Gereja harus peka dan cermat membaca realitas sosial global, bangsa, daerah, lingkunagn hidup, serta kebutuhan umat yang mendesak. Gereja dan pelayan diminta melakukan hal yang tepat, masuk akal, sesuai situasi kekinian, seperti Yesus melakukan hal yang relevan sesuai kebutuhan dan situasi yang sedang terjadi di zamanNya,” tandas zella.

Diakui, Gereja yang teguh dalam pelayanan sesuai panggilan profetik, menjadi teladan ditengah kerapuhan moral akibat disrupsi teknologi, disrupsi etik sehingga perilaku gereja dan pelayan harus bisa dibedakan dari pelaku masyarakat atau netizen dan konten media sosial melalui pesan yang positif.

“Gereja harus berperan mengatasi korupsi, ketidakadilan, pemiskinan yang membuat kerapuhan sosial terjadi dalam masyarakat. Inilah panggilan proferik gereja untuk melakukan gerakan pembaruan sehingga mampu serta berani dalam situasi sosial politik dengan memfokuskan pelayanan pada keadilan, cinta kasih, pensejahteraan, serta berkomitmen merawat perdamaian tanpa intrik politik dan agama,” harapnya.

Disisi lain, wanita rendah hati itu juga menjelaskan selama ini pendekatan moneva dan perencanaan strategi yang memberikan penekanan dan penguatan kepada 3 pilar gereja.

“Tahun 2025, program yang telah ditetapkan beserta 71 kegiatannya cakupannya mencapai 78,9%. Pelaksanaan rekomendasi mencapai 100%, serta keuangan gereja yang dianggarkan sebesar Rp. 395.000.000 dan terealisasi sebesar Rp. 401.609.500, hal ini menunjukkan grafik pelayanan kita naik. Olehnya saya menghimbau mari kita jadikan persidanagn ini selain mengevaluasi program kerja tahunan, juga sebagai media optimalisasi semua potensi untuk menopang pelayanan gereja lewat rekomendasi yang akan kita tetapkan untuk menjawab problematika dalam jemaat,” rincinya.

Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM PP Lease, untuk semua arahan demi kelangsungan pelayanan.

“Penghargaan kepada MJ perangkat pelayan 2025-2030 dalam menghadapi tantangan sehinga tugas pelayanan satu tahun dapat selesai. Momen sidang ini merupakan persidangan pertama yang saya pimpin dalam jabatan Ketua Majelis GPM Mahu. Sekali lagi terimakasih kepada seluruh perangkat pelayan GPM Mahu atas peningkatan kualitas pelayanan lewat membangun persaudaraan yang rukun, damai.Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja terus berjalan bersama menapaki kehidupan serta pelayanan di dunia ini,” tutupnya. (MT-01)

 

 

 

09 -6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *