Disisi lain, pemilik senyum manis itu juga mengingatkan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian dalam Sidang ke-57 Klasis Pulau Ambon
Ambon,moluccastimes.id-Persidangan ke-57 Klasis Pulau Ambon tahun 2026 merupakan persidangan pertama sesudah Sidang ke-39 Sinode GPM dan juga sidang pertama pada dasawarsa ke-5 pelaksanaan PIP-RIPP Gereja Protestan Maluku (GPM).
Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Umum (Sekum) MPH Sinode GPM, Pdt. H. R Tupan, M.Si dalam arahan pembukaan Sidang ke-57 Klasis Pulau Ambon, bertempat di gedung Gereja Karn Hattin Jemaat GPM Seilale, Minggu 15/02/2026.

“Karena itu persidangan ini sangat strategis guna menterjemahkan visi, misi serta arah pengembangan pelayanan GPM pada dasawarsa baru menuju satu abad GPM serta menjabarkan ketetapan dari sidang Sinode baik di tingkat Klasis maupun tingkat Jemaat,” ucap Tupan.
Persidangan ini diharapkan mampu menterjemahkan PIP-RIPP GPM kedalam Rencana Pengembangan Pelayanan Klasis (RPPK) sesuai kebutuhan serta memastikan visi sentral gereja terjabarkan dengan baik di wilayah pelayanan GPM dan Maluku Utara.
Pendeta smart itu menjelaskan, visi GPM dalam dasawarsa ke-5 adalah Gereja Yang berbuah Dalam Anugerah Allah Tritunggal.
“GPM berkomitmen memancarkan anugerah Allah dalam seluruh aspek kehidupan, sebagai gereja yang inklusif meningkatkan kualitas keluarga, masyarakat serta relasi dengan semua ciptaan. Sementara misi yang digaungkan adalah menggembalakan keluarga sebagai komunitas kasih, tempat buah kasih Allah ditumbuhkan sehingga dapat dinikmati oleh dunia milik Allah lewat pengakuan serta penghargaan atas martabat semua ciptaan atau sebagai agen pemulihan yang menyentuh luka-luka sosial, batin dan struktural masyarakat,” paparnya.
Perwujudan visi dan misi tersebut lanjutnya, lewat tema pelayanan lima tahunan seperti yang terulis dalam 1 Petrus 5:10.

“Atas dasar anugerahNya, kita dipilih sejak semula dalam kepastian gereja sanggup melewati fase-fase penting melewati berbagai tantangan, bahkan terus dilengkapi serta diteguhkan menuju satu abad,” timpalnya.
Dikatakan ada sejumlah hal yang dituntut menjadi fokus perhatian seluruh Klasis maupun Jemaat.
“Kondisi kemiskinan umat, keterbatasan akses, rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan, krisis keluarga, trauma sosial, konflik dan perdamaian, relokasi dan perluasan kawasan tambang, eksploitasi sumber daya alam, ketidakseimbangan ekosistem. Seluruh hal tersebut menuntut gereja melayani, merendahkan diri seperti Yesus bahkan sampai mati di kayu salib. Sehingga diharapkan seluruh pelayan GPM peka untuk menyelesaikan persoalan keumatan melalui terobosan dan transformasi nyata yang membawa perubahan, pemulihan demi peningkatan kualitas hidup umat,” bebernya.
Disisi lain, pemilik senyum manis itu juga mengingatkan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian dalam Sidang ke-57 Klasis Pulau Ambon :
1. Pendampingan kepada keluarga jemaat sebagai gereja rumah tangga (Ecclesia Domestica). Penguatan iman dalam optimalisasi pastoral keluarga secara berkelanjutan terkait konflik yang dialami keluarga-keluarga Kristen.
2. Mendorong peningkatan program pemberdayaan ekonomi dan gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak dan Memasarkan (GKBM). Diharapkan menjadi gerakan dalam level Klasis dan Jemaat. Program ini akan dievaluasi dalam upaya kenaikan pangkat, ritasi, mutasi, promosi pegawai organik GPM.
3. Memperkuat tata kelola kasih karunia dalam bentuk perbendaharaan gereja, termasuk barang milik gereja maupun uang serta mendorong klasis yang masih bersubdi menjadi klasis yang mandiri.
4. Peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Diharapkan seluruh lembaga pendidikan Kristen pada masing-masing Klasis dikembangkan sesuai raod map Sitanala Learning Center. Juga memperhatikan afirmasi anggaran biaya gaji guru. Bidang kesehatan, mendorong edukasi jemaat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Karena kesehatan mental menjadi kebutuhan jemaat.
5. Peningkatan kapasitas kapabilitas pelayan yang diperkuat dalam bentuk integritas, jati diri, perilaku dan orientasi pelayan melalui profil pelayan.

Dirinya berharap Badan Penyelenggara Klasis memastikan agar semua program dapat terlaksana disertai Dokumen Rencana Pengembangan Pelayanan Klasis juga ditetapkan dalam Sidang Klasis ini.
“Atas nama MPH sinode, kami menyampaikan ucapan terimakasih atas penyelenggaraan Sidang ke.57 Klasis Pulau Ambon, tetaplah menjaga persekutuan iman sebagai GPM sejak dulu, kini dan masa depan. Setialah seperti moto : Aku menanam, Apolos menyiram tetapi Allah memberikan pertumbuhan,” tutupnya. (MT-01)

i
s




09
-6



