Sokong Ketahanan Pangan Maluku, Warga Binaan Rutan Ambon Mulai Produksi Telur Mandiri

by -14 Views

“Melalui pengembangan budidaya ayam petelur ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar memiliki bekal nyata untuk mandiri ke depannya,” ujar Meta Putra.

Ambon,moluccastimes.id-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui Subseksi Bimbingan Kerja, lembaga pemasyarakatan ini resmi meluncurkan program budidaya ayam petelur dengan memanfaatkan puluhan bibit ayam sebagai langkah awal pemenuhan pangan mandiri dari balik jeruji besi.

Langkah taktis ini dirancang agar Rutan Ambon tidak hanya menjadi tempat penahanan fisik, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat produksi pangan lokal yang produktif.

Hasil panen telur dari budidaya ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan internal rutan sekaligus berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan di wilayah sekitar.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa integrasi program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian ini sangat krusial.

Selain berpotensi menghasilkan sumber pangan tinggi protein, aktivitas ini menjadi laboratorium hidup bagi warga binaan untuk menguasai agribisnis peternakan secara berkelanjutan.

“Melalui pengembangan budidaya ayam petelur ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar memiliki bekal nyata untuk mandiri ke depannya,” ujar Meta Putra, Selasa 27/10/2026.

Dalam pelaksanaannya, Kasubsi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa proses pemeliharaan menuntut kedisiplinan tinggi dari para warga binaan, mulai dari manajemen pakan, perawatan kesehatan ternak, hingga sanitasi kandang.

Domy, salah satu warga binaan yang terlibat langsung, mengaku optimistis keterampilan teknis beternak yang ia dapatkan selama masa pembinaan ini akan menjadi modal usaha yang sangat berguna saat dirinya kembali ke tengah masyarakat nanti.(MT-01)