Ubah Mindset Dari Balik Jeruji, Buku Jadi Sarana Rehabilitasi Intelektual

by -14 Views

“Melalui fasilitas perpustakaan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar. Kami berharap budaya membaca tumbuh menjadi kebiasaan positif, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang substantif,” kata Meta Putra, Senin 02/11/2026.

Ambon,moluccastimes.id-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menerapkan pendekatan baru dalam merehabilitasi warga binaan dengan menyasar aspek kognitif dan mental.

Melalui optimalisasi fasilitas perpustakaan, institusi pemasyarakatan ini menggenjot budaya literasi secara masif untuk mengubah pola pikir narapidana agar lebih terbuka dan konstruktif.

Langkah ini dirancang sebagai bentuk intervensi psikologis, di mana aktivitas membaca diposisikan sebagai instrumen edukatif yang dapat mereduksi stres psikologis sekaligus memicu introspeksi diri.

Dengan menyuguhkan berbagai literatur wawasan, Rutan Ambon ingin memastikan bahwa para tahanan mengalami proses pembaharuan karakter secara intelektual sebelum masa penahanan mereka berakhir.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa perpustakaan merupakan fasilitas vital dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, buku harus dipandang sebagai jendela perubahan perilaku, bukan sekadar pelarian atau pengisi kejenuhan di waktu luang.

“Melalui fasilitas perpustakaan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar. Kami berharap budaya membaca tumbuh menjadi kebiasaan positif, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang substantif,” kata Meta Putra, Senin 02/11/2026.

Senada dengan itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido, menambahkan bahwa penumbuhan budaya literasi harian ini secara tidak langsung ikut mengasah kreativitas dan daya kritis warga binaan.

Salah satu warga binaan, Beni, mengakui bahwa akses buku yang diberikan Rutan Ambon menjadi suntikan motivasi terbesar bagi dirinya untuk memperbaiki moralitas dan mempersiapkan mentalitas baru yang siap berkontribusi secara bertanggung jawab saat kembali ke masyarakat nanti.(MT-01)