“Lewat dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Negeri, usaha Ayam Petelur semakin berkembang. Bersyukur pada Tuhan karena lewat kerjasama dan pengelolaan yang baik dan benar, dari 400 ekor ayam petelur ini, BUMNeg dapat berproduksi secara simultan,” ucapnya bangga.
Mahu,moluccastimes.id-Program Ketahanan Pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Soebianto direalisasikan oleh Negeri Administrasi Mahu, Kecamatan Saparua Timur dengan usaha ayam petelur.
“Program ketahanan pangan dari Dana Desa (DD) 2025 yang kami galakkan adalah Ayam Petelur untuk mendukung program yang dicanangkan Presiden Prabowo Soebianto bahwa setiap desa atau negeri harus memiliki satu produk unggulan dalam kaitan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap Kepala Pemerintahan Negeri Administrasi Mahu, Christina M. Lawalata, SE, Jumat 29/05/2026.
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Negeri serta masyarakat memilih usaha Ayam Petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg) Kalapori Jaya.
“Usaha Ayam Petelur ini secara otomatis telah mendukung program MBG. Sejak dimulai pada Februari 2026 lalu, produksinya telah dimanfaatkan baik oleh warga negeri sendiri, kemudian distribusi ke toko-toko serta untuk desa tetangga yang membutuhkan,” ucap wanita manis berkacamata itu.
Pada intinya, lanjut wanita penuh inovasi ini, usaha Ayam Petelur telah memenuhi serta mendukung program MBG.
“Saat ini telur-telur yang dihasilkan juga masuk dalam program Dapur MBG SPPG 02 Kecamatan Saparua. Selain itu juga telah meningkatkan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Lawalata megapresiasi kinerja BUMNeg Kalapory Jaya yang begitu antusias bekerja.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengusahakan ketahanan pangan terkhusus bagi kebutuhan masyarakat. Pengurus BUMNeg bekerja secara profesional, itu yang sangat penting,” tandasnya.
Diakuinya, suatu pekerjaan yang dilakukan tanpa tujuan yang pasti akan menjadi sia-sia.
“Lewat dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Negeri, usaha Ayam Petelur semakin berkembang. Bersyukur pada Tuhan karena lewat kerjasama dan pengelolaan yang baik dan benar, dari 400 ekor ayam petelur ini, BUMNeg dapat berproduksi secara simultan,” ucapnya bangga.
Dirinya berharap kerjasama terus dibina sehingga Negeri Administrasi Mahu mampu swasembada terutama untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. (MT-01)
