“Saat ini kami bekerja sama dengan Dapur MBG 02 Kecamatan Saparua untuk menyuplai telur. Setiap tiga hari sekali telur yang disuplai sebanyak 1.000 hingga 1.300 telur,” ungkap Lawalata.
Mahu,moluccastimes.id-Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg ) Kalapori Jaya Negeri Administratif Mahu Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, berhasil mengelola program ketahanan pangan yang dialokasikan dari Dana Desa (DD) tahun 2025.
“Ketahanan pangan yang diusahakan adalah ternak Ayam Petelur sejak Februari 2026 dengan jumlah benih 400 ekor,” demikian pengakuan Kepala Pemerintah Negeri Administratif Mahu Kecamatan Saparua Timur, Christina, M. Lawalata, SE, Senin 08/07/2026.
Satu hal yang cukup menarik, bahwa manfaat produksi telur bukan saja untuk warga negeri tetapi lebih memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), program Pemerintah Pusat untuk memberikan makanan bergizi kepada pelajar, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Saat ini kami bekerja sama dengan Dapur MBG 02 Kecamatan Saparua untuk menyuplai telur. Setiap tiga hari sekali telur yang disuplai sebanyak 1.000 hingga 1.300 telur,” ungkap Lawalata.
Wanita smart ini menjelaskan, hasil produksi setiap hari 70-80% atau rata-rata 280 – 320 butir.
“Selain untuk Dapur MBG, produksi telur juga dijual kepada masyarakat Mahu dengan harga murah. Setelah itu, juga untuk umum atau masyarakat sekitar Negeri Mahu maupun kios dan toko di Saparua,” tandasnya.
Disisi lain, wanita berkacamata ini mengakui walaupun keuntungan ternak Ayam Petelur tidak besar, namun yang pasti telah memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Keuntungannya memang tidak banyak namun, karena modal membeli pakan cukup mahal, namun Puji Tuhan, kita bisa membayar insentif pekerja serta operasional BUMNeg Kalapori Jaya setiap bulan. Intinya ketahanan pangan untuk Mahu cukup memberi dampak bagi masyarakat,” lugasnya.
Proram ketahanan pangan yang diusahakan BUMNeg Kalapori Jaya ini diharapkan menjadi contoh bagi desa negeri lainnya dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat. (MT-01)
