Wujudkan SDGs Feat Program PNM Humanity : Perempuan, Subjek Cipta Ekonomi Kerakyatan

by -21 Views

“Perempuan adalah fondasi dalam ekonomi keluarga. Ketika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan perlindungan diri, maka dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelas Marsuki disela kegiatan

Ambon,moluccastimes.id-Kesehatan reproduksi dan perlindungan bagi perempuan menjadi perhatian melalui program PNM Mekaar yaitu program PNM Humanity dengan tema “Madani Sehat dan Terlindungi”.

Inisiatif program tersebut diakui Pemimpin Cabang PNM Ambon, Taufiq Marsuki, sebagai upaya menghadirkan pemberdayaan yang lebih utuh.

“Perempuan adalah fondasi dalam ekonomi keluarga. Ketika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan perlindungan diri, maka dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelas Marsuki disela kegiatan, Sealas 07/04/2026.

Lebih lanjut dikatakan, melalui pendekatan ini, pemberdayaan tidak lagi dipandang semata sebagai akses terhadap pembiayaan, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran dan ketahanan diri.

“Langkah ini sejalan dengan upaya menempatkan perempuan sebagai subjek utama dalam menciptakan ekonomi kerakyatan yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan di masyarakat,” tandasnya.

Ditegaskan pula, aksi ini bertujuan membangun kualitas hidup perempuan di tingkat akar rumput yang sesuai dengan tujuan
pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-5 tentang kesetaraan gender, dimana perempuan ditempatkan sebagai subjek utama dalam pembangunan.

Selain eduksi tentang kesehatan reproduksi dan seksual, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan asuransi sebagai langkah preventif dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Dalam paparan ini, kolaborasi dengan BRILife turut memperkuat materi yang diberikan, sekaligus memperluas perspektif peserta bahwa perlindungan diri merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan, bukan sekadar kebutuhan tambahan.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan sudut pandang baru yang sebelumnya jarang didapatkan.

“Selama ini kami lebih banyak fokus pada usaha, tapi lewat kegiatan ini saya jadi lebih paham bahwa menjaga kesehatan diri juga penting, apalagi sebagai perempuan yang punya peran besar di keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 karyawan dan 50 nasabah dalam edukasi yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.(MT-01)