“CCH hadir lewat aksi nyata dari hal kecil, sehingga mengajarkan kepada siswa, siap mereka, kemudian memiliki hati untuk orang lain, dan berani berbuat baik. Karena itu, kami mengajak seluruh orang tua murid untuk ikut bersinergi menjaga nilai-nilai positif ini di rumah. Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik hanyalah menanam dan menyiram di waktu yang tepat, di hati mereka yang masih muda. Soal seberapa besar mereka tumbuh, itu urusan Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
Ambon,moluccastimes.id-Program Child Community Hero (CCH) merupakan program pendidikan karakter dan kepedulian sosial yang dirancang untuk anak-anak, khususnya di wilayah Kota Ambon yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, empati, dan keterampilan hidup (life skills) sejak usia dini.
Demikian Ketua Yayasan Pohon Sagoe, Imanuel Lawalata, disela launching Program Child Community Hero (CCH), berlokasi di Sekolah Dasar (SD) Kristen Nania, Kamis 16/07/2026.
“Program CCH ini terinspirasi dengan filosofi nama yayasan Pohon Sagoe. Fisik pohon sagu sangat tangguh dan membutuhkan waktu hingga 12 tahun untuk memperkuat akarnya sebelum bisa dipanen dan memberikan manfaat dari batang hingga daunnya. Filosofi itulah yang kami bawa,” tandas Lawalat.
Program CCH, sambungnya bukan merupakan jam pelajaran tambahan atau bimbingan belajar komparatif yang membebani siswa dengan PR atau ujian remedial.
“CCH hadir lewat aksi nyata dari hal kecil, sehingga mengajarkan kepada siswa, siap mereka, kemudian memiliki hati untuk orang lain, dan berani berbuat baik. Karena itu, kami mengajak seluruh orang tua murid untuk ikut bersinergi menjaga nilai-nilai positif ini di rumah. Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik hanyalah menanam dan menyiram di waktu yang tepat, di hati mereka yang masih muda. Soal seberapa besar mereka tumbuh, itu urusan Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
Terkait pendanaan program CCH di SD Kristen Nania, menurutnya diperolehdari hasil penjualan parfum bertema kearifan lokal, Water of Maluku dari Project 1945.
Lawalata mengajak seluruh orang tua murid untuk ikut bersinergi menjaga nilai-nilai positif ini di rumah.
“Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik hanyalah menanam dan menyiram di waktu yang tepat, di hati mereka yang masih muda. Soal seberapa besar mereka tumbuh, itu urusan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandasnya.(MT-01)
