“Kita tidak bisa meratapi dan menangisi situasi, yang dilakukan adalah menyesuaikan kondisi dampak dari berkurangnya TKD. Jadi sudah fix tahun depan kita lakukan WFH,” ulas Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si saat pimpin Apel Bersama di Balai Kota, Senin 15/12/2025.
Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya menyesuaikan kebijakan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Ambon menyiapkan skema work from home (WFH) pegawai di tahun 2026.
“Kita tidak bisa meratapi dan menangisi situasi, yang dilakukan adalah menyesuaikan kondisi dampak dari berkurangnya TKD. Jadi sudah fix tahun depan kita lakukan WFH,” ulas Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si saat pimpin Apel Bersama di Balai Kota, Senin 15/12/2025.
Menurutnya, dampak dari kebijakan Pempus tersebut, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga akan dipotong setengah, dari yang semula dianggarkan sebesar Rp. 78 milyar per tahun dikurangi menjadi Rp. 39 milyar per tahun.
“Selain turunkan TPP kita berikan relaksasi bagi pegawai dengan total masuk kantor setengah tahun dan pegawai dibagi dalam 2 (dua) shift kerja. Contohnya, pegawai Shift 1 minggu pertama pegawai masuk 3 (tiga) hari dan WFH 2 hari, kemudian yang minggu berikutnya bergantian, pegawai Shift 2 masuk 3 hari dan WFH 2 hari,” rinci Wali Kota.
Walaupun demikian, dirinya memastikan pelayanan bagi masyarakat akan tetap berjalan seperti biasa.
“Disamping itu, kita dapat mengurangi beban belanja yang tidak prioritas. Sebab harus diakui Kota Ambon telah kelebihan pegawai, akibat dari penyelesaian tenaga honerer yang diangkat menjadi PPPK dan Paruh Waktu. Intinya pelayanan berjalan seperti biasa, tetapi jumlah pegawai yang masuk akan berkurang,” terang ayah tiga anak itu.
Wattimena menyampaikan WFH ini lebih dulu dilakukan oleh Kementerian di Pusat terkait efisiensi anggaran.
“Sehingga kita tidak menyalahi aturan jika berlakukan WFH, surat untuk pemberlakukan WFH juga telah dismapikan kepada Kementerian PAN RB dan BKN,” pungkasnya. (MT-01)
