Gandeng Dinas Sosial, BPJS Kesehatan Ambon Pastikan Warga Siwalima Dobo Paham Hak JKN

by -4 Views

“Data administrasi ini penting menyangkut pindah alamat, perihal meninggal dunia bahkan sudah mampu sebagai peserta JKN Mandiri. Setiap perubahan data harus terlaporkan sehingga kartu JKN PBI harus tetap dijaga keaktifannya,” ungkap Harbu.

Dobo,moluccastimes.id-Guna memastikan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) memahami haknya dan kewajiban saat membutuhkan layanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Ambon bersama Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru menggelar “BPJS Kesehatan Menyapa Warga” di Perumahan Rakyat, Kelurahan Siwalima, Dobo, Rabu 07/05/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu A. Hakim, S.Kom., MM, AAAK mengungkapkan peserta PBI harus selalu aware dengan perubahan data adminstrasinya.

“Data administrasi ini penting menyangkut pindah alamat, perihal meninggal dunia bahkan sudah mampu sebagai peserta JKN Mandiri. Setiap perubahan data harus terlaporkan sehingga kartu JKN PBI harus tetap dijaga keaktifannya,” ungkap Harbu.

Disisi lain, lanjutnya, peserta juga bisa manfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) jika memiliki penyakit kronis yang sudah stabil.

“Cukup kontrol dan ambil obat 30 hari di Puskesmas, tidak perlu antre di RS tiap bulan. Peserta juga dapat mengakses Mobile JKN, PANDAWA dan kanal layanan lainnya untuk mengecek keaktifan kepesertaanya,” jelas Harbu.

Harbu mengajak seluruh peserta, khususnya PBI, untuk rutin mengecek keaktifan kartu melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, atau kantor kelurahan.

“Pastikan data diri sesuai agar hak jaminan kesehatan tetap terjamin. Sebab keaktifan kepesertaan JKN adalah kunci utama mendapat layanan saat sakit,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru, Dody Andres Duarkosu menambahkan bahwa validasi data PBI merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami minta warga proaktif lapor ke kelurahan atau Dinsos kalau ada anggota keluarga yang sudah meninggal atau pindah. Jangan sampai datanya tidak di-update, akhirnya yang benar-benar membutuhkan tidak dapat kuota PBI. Gunakan kartu JKN ini sebaik-baiknya karena ini hak warga kurang mampu,” pesannya.

Ketua RT setempat, Mores Bebena, juga mengapresiasi kolaborasi ini.

“Warga kami mayoritas nelayan dan PBI. Banyak yang panik kalau kartu tiba-tiba nonaktif padahal mau berobat. Sosialisasi langsung begini bikin warga ngerti harus ke mana kalau ada masalah,” ujar Mores.

Salah satu peserta JKN PBI, Kanisius Mahwil (30), mengaku lega setelah mendapat penjelasan.

“Saya pikir kalau kartu PBI pasti aktif terus. Ternyata harus dicek juga. Tadi diajar cara cek status di Mobile JKN. Pelayanan di Puskesmas juga baik, obat hipertensi saya tiap bulan ada terus. Terima kasih sudah datang kasih tau,” ujar Kanisius.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *