Berbagai kreativitas yang dilakukan para lansia BKL Elim Dusun Seri menunjukkan bahwa para lansia terus berproduktif, mereka tidak tinggal diam dalam masa tua.
Ambon,moluccastimes.id-Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bersama Sekolah Lansia BKL Elim Dusun Seri selain menampilkan kemampuan bernyanyi, ditampilkan juga berbagai hasil kreativitas para lansia diantaranya anyaman kamboti, anyaman daun ketupat, menjahit pakaian, membuat ikan asap, membuat nasi bambu, keripik keladi, keripik singkong, keripik pisang serta lainnya.

Berbagai kreativitas yang dilakukan para lansia BKL Elim Dusun Seri menunjukkan bahwa para lansia terus berproduktif, mereka tidak tinggal diam dalam masa tua.
Hal inilah yang menjadi tujuan negara hadir menjadi motivator bagi para lansia sehingga walaupun dalam masa yang lanjut usia, tetap ada saja pekerjaan yang dilakukan semata-mata untuk menunjukkan bahwa mereka masih berpotensi, mengisi waktu dengan kreatifitas, terus menatap masa depan dengan hati senang dan bahagia karena mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun keluarga dan kerabat terdekat.
Opa Wattimena, salah satu lansia yang piawai mengayam Kamboti mengakui hal ini dilakukan sejak dirinya masih muda.

“Kamboti ini adalah wadah atau keranjang tradisional khas Maluku yang berbentuk tabung dan terbuat dari anyaman daun sagu, daun kelapa, atau daun enau. Anyaman ini dibuat cukup padat dan berfungsi sebagai tempat untuk menampung hasil panen dari kebun, bisa berupa sayuran atau umb maupun pala bahkan hasil laut seperti ikan dan sebagainya,” jelas Opa wattimena.
Walaupun demikian, dirinya tidak menampik generasi muda saat ini tidak lagi memperhatikan kearifan lokal yang dimiliki.
“Kamboti ini adalah kearifan lokal yang kita punya, namun saat ini sulit menemukan generasi muda yang menaruh perhatian untuk mengayam Kamboti. Saya bersedia untuk mengajar tergantung siapa yang mau untuk diajar,” ungkapnya.
Semoga dengan melihat keaktifan para lansia melakukan hal positif seperti ini, generasi muda dapat terus melestarikan kearifan lokal guna keberlangsungan hidup masyarakat Maluku secara umum. (MT-01)








