“The Reasons, Why Your Thumb Needs a 3-Seconds Delay”, Lekransy : Prinsip Penting Dalam Ruang Digital

by -11 Views

Sebagai nara sumber, Lekransy menekankan pentingnya prinsip “The Reasons, Why Your Thumb Needs a 3-Seconds Delay” sebagai pengingat bagi generasi muda untuk membiasakan diri berhenti sejenak sebelum mengklik, membagikan, atau merespons informasi di ruang digital.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota Ambon berkomitmen melalui berbagai program strategis di bidang transformasi digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia terus melakukan edukasi digital kepada generasi muda terutama pelajar di Kota Ambon.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ir Ronald Lekransy, M.Si disela Literasi Digital “Think Before You Click: Mastering Digital Literacy and Privacy in a Cyber World” besutan Sekolah Citra Kasih, Kamis 11/06/2026.

“Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan penting dilakukan guna membentuk generasi muda yang cakap digital, kritis, dan bertanggung jawab,” tandas Lekransy.

Menurutnya kehadiran DiskominfoSandi Kota Ambon sebagai nara sumber Literasi Digital tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap penguatan literasi digital di kalangan generasi muda.

“Kegiatan ini cukup baik guna meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya berpikir kritis, menjaga privasi, serta membangun perilaku bijak dalam menggunakan teknologi digital,” lugasnya.

Sebagai nara sumber, Lekransy menekankan pentingnya prinsip “The Reasons, Why Your Thumb Needs a 3-Seconds Delay” sebagai pengingat bagi generasi muda untuk membiasakan diri berhenti sejenak sebelum mengklik, membagikan, atau merespons informasi di ruang digital.

“Kebiasaan memberi jeda beberapa detik sebelum bertindak di media digital menjadi langkah sederhana untuk memverifikasi informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta meminimalkan risiko penipuan digital dan penyalahgunaan data pribadi. Di ruang digital, tidak semua informasi harus langsung dipercaya atau dibagikan. Perlu ada kebiasaan untuk berpikir sejenak, memeriksa sumber, dan mempertimbangkan dampaknya,” jelasnya.

Ayah satu putri itu menyebut generasi muda merupakan kelompok pengguna internet yang aktif, tetapi juga rentan terhadap berbagai ancaman siber, seperti cyberbullying, phishing, pencurian data pribadi, dan paparan konten negatif.

“Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kesadaran terhadap keamanan digital, perlindungan privasi, serta etika bermedia sosial,” tandasnya.

Disisi lain, pihak Sekolah Citra Kasih berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa menjadi pengguna teknologi yang lebih bijak. Semangat Think Before You Click diharapkan tidak berhenti sebagai slogan edukatif, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *