Dialog Tokoh Agama, Wawali Ajak Perkuat Persaudaraan & Deteksi Dini Potensi Konflik

by -6 Views

“Terkait hal tersebut kita harus memperhatikan tantangan di era digital, seperti penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hingga berkembangnya paham yang berpotensi memecah belah persatuan. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi sangat strategis sebagai penyejuk suasana, pemersatu, sekaligus teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, memperkuat sinergi membangun sistem deteksi dini potensi konflik, mempererat komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat,” tegas Wawali.

Ambon,moluccastimes.id-“Meneguhkan Komitmen Nilai-nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae” sebagai tema Dialog Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Lintas Agama Kota Ambon, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat, untuk terus merawat semangat persaudaraan di tengah keberagaman, yang menjadi identitas khas Kota Ambon.

Demikian ketegasan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos saat membuka kegiatan dimaksud, Selasa 07/07/2026.

“Karena itu, saya mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Ambon, untuk memperkokoh komitmen menjaga persaudaraan, membangun sinergi, serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik, demi menjaga kedamaian dan keharmonisan kota,” ajak Toisutta.

Diakui ibu empat anak itu, keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara, sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah.

“Perdamaian yang dirasakan masyarakat Ambon saat ini merupakan hasil perjuangan, dan komitmen bersama yang harus terus dijaga. Perdamaian tidak terjadi begitu saja, sehingga wajib diwariskan kepada generasi muda melalui ruang-ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan,” timpalnya.

Toisutta menyorot Dialog Lintas Agama sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya penghormatan terhadap keyakinan setiap orang, martabat manusia, serta penguatan persatuan bangsa Indonesia.

“Terkait hal tersebut kita harus memperhatikan tantangan di era digital, seperti penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hingga berkembangnya paham yang berpotensi memecah belah persatuan. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi sangat strategis sebagai penyejuk suasana, pemersatu, sekaligus teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, memperkuat sinergi membangun sistem deteksi dini potensi konflik, mempererat komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat,” tegas Wawali.

Srikandi Kota Ambon itu juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melaksanakan pembangunan yang berlandaskan nilai kebersamaan, keadilan, dan inklusivitas, sejalan visi “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”.

“Visi ini harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat menjadikan keberagaman, sebagai sumber kekuatan, bukan alasan perpecahan. Nilai luhur budaya lokal seperti Pela Gandong, Ale Rasa Beta Rasa, serta semangat saling menopang harus terus dijaga, sebagai fondasi utama memperkuat kohesi sosial masyarakat Ambon. Selain itu, moderasi beragama, sebagai cara pandang yang mengutamakan nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa sangat penting,” bebernya.

Melalui forum dialog ini, Wawali berharap, lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan komitmen bersama yang memperkuat kerja sama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen dalam menjaga kedamaian serta stabilitas Kota Ambon.

“Semoga melalui dialog ini lahir komitmen bersama yang semakin memperkuat persaudaraan dan menjaga Ambon tetap aman, damai, dan harmonis,” harap Wawali.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *