Sains Teknologi, Motor Pembangunan Maluku, Unpatti Siap Pasok Solusi Berbasis Riset

by -30 Views

“Perguruan tinggi memberikan dampak yang nyata bagi pemerintah dalam memberikan solusi-solusi yang tepat bagi berbagai permasalahan. Perguruan tinggi hadir bukan untuk membawa masalah, tetapi membawa solusi,” ujar Prof. Fredy.

Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan kesiapannya untuk menjadi motor penggerak pembangunan di Provinsi Maluku melalui penyediaan solusi konkret berbasis riset, sains, dan teknologi.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam Kuliah Umum Fakultas Sains dan Teknologi yang digelar di Auditorium Unpatti, Rabu 09/09/2026.

Acara yang menghadirkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., sebagai narasumber utama ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor atau pentahelix melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga media massa—dalam merespons cepatnya perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini telah berubah. Kampus tidak lagi sekadar mencetak lulusan, melainkan harus hadir sebagai pembawa jalan keluar bagi tantangan di masyarakat.

“Perguruan tinggi memberikan dampak yang nyata bagi pemerintah dalam memberikan solusi-solusi yang tepat bagi berbagai permasalahan. Perguruan tinggi hadir bukan untuk membawa masalah, tetapi membawa solusi,” ujar Prof. Fredy.+

Kesiapan Unpatti dalam menyokong kebutuhan daerah juga ditunjukkan melalui transformasi Fakultas Sains dan Teknologi (sebelumnya FMIPA).

Fakultas ini kini telah berkembang pesat dari 4 program studi menjadi 12 program studi strategis, termasuk Bioteknologi, Sains Biomedis, Ilmu Komputer, Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Farmasi.

Pada Tahun Akademik 2026/2027 ini, Unpatti menampung sekitar 30 ribu mahasiswa, dengan penambahan 6 ribu lebih mahasiswa baru, di mana 580 di antaranya berada di Fakultas Sains dan Teknologi.

Tantangan Kepulauan dan Kebijakan Berbasis Data

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memaparkan bahwa sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Maluku menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik. Namun, karakteristik geografis ini juga menyimpan potensi luar biasa pada sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Hendrik, kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut adalah dengan menjadikan sains, teknologi, dan inovasi sebagai mesin utama transformasi pembangunan. Ia menilai kolaborasi dengan akademisi sangat strategis agar kebijakan yang diambil pemerintah ke depan didasarkan pada riset yang kuat.

“Kekayaan sumber daya alam Maluku harus diikuti dengan penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kebijakan yang berbasis data,” jelas Gubernur Maluku.

Ia juga berharap gagasan besar pembangunan daerah yang termuat dalam Sapta Cita Maluku dapat berjalan selaras dan terkoneksi dengan program Astacita Presiden Republik Indonesia demi mendorong kemajuan daerah.

Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan penyerahan plakat oleh Rektor Unpatti dan sertifikat narasumber oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si., kepada Gubernur Maluku, diikuti dengan sesi foto bersama seluruh peserta.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *