Sasi Adat Dibuka, Kampus PSDKU Unpatti MBD Normal Kembali

by -5 Views

“Kami meminta sasi dibuka agar kegiatan perkuliahan tidak terus terganggu,” ujar Yan Yaques Laisialona, yang juga Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD.

Tiakur,moluccastimes.id-Langkah mediasi yang dilakukan oleh Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, terkait sengketa lahan kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) akhirnya membuahkan hasil nyata.

Setelah sempat terganggu akibat pemblokiran, sasi adat (janur kuning) di kawasan kampus resmi dibuka secara simbolis, Senin, 19/10/2026.

Dengan dibukanya sasi tersebut, aktivitas perkuliahan tatap muka dipastikan kembali berjalan normal. Kemajuan ini dicapai setelah Bupati menggelar pertemuan persuasif di kediamannya sekitar pukul 10.15 WIT bersama perwakilan Soa Gerwelsa dari Desa Patti, Kecamatan Moa.

Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah MBD Eduard Johannes Semuel Davidz, Kasat Intelkam Polres MBD IPTU Julius R. Lesiputty, Kepala Kesbangpol, Arestoules J. Ezauw, serta sembilan perwakilan keluarga Soa Gerwelsa yang dipimpin oleh Yan Yaques Laisialona.

Dalam mediasi tersebut, pembahasan berfokus pada kejelasan ganti rugi lahan kampus diperkirakan seluas 40 hektare dengan nilai nominal sekitar Rp3 miliar.

Bupati Benyamin menjelaskan secara transparan bahwa pembayaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus mengikuti prosedur hukum dan administrasi yang sah.

Salah satu kendala utama yang mengganjal adalah status lahan yang sebelumnya masuk dalam kawasan hutan, sehingga memerlukan tahapan penyelarasan dokumen.

Pemerintah daerah mengisyaratkan bahwa jika pembayaran dilakukan melalui APBD, prosesnya berpotensi menunggu tahapan penganggaran tahun 2027. Kendati demikian, pihak keluarga berharap pembayaran tetap dapat diupayakan pada tahun berjalan. Guna mencari jalan keluar terbaik, Bupati berkomitmen untuk segera berkoordinasi langsung dengan Rektor Universitas Pattimura di Ambon.

Mendengar penjelasan transparan dari pemerintah dan mempertimbangkan masa depan pendidikan generasi muda di MBD, pihak Soa Gerwelsa dengan berjiwa besar sepakat untuk membuka sasi adat.

“Kami meminta sasi dibuka agar kegiatan perkuliahan tidak terus terganggu,” ujar Yan Yaques Laisialona, yang juga Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD.

Usai pertemuan, sekitar pukul 14.00 WIT, Bupati bersama rombongan perwakilan keluarga langsung bertolak ke kampus PSDKU Unpatti untuk melepaskan janur kuning secara simbolis di hadapan para dosen dan mahasiswa.
Momentum pembukaan sasi ini dipenuhi rasa saling menghormati.

Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktivitas akademik selama ini, sementara pihak kampus juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat perkataan atau aksi mahasiswa terdahulu yang kurang berkenan.

Bupati Noach menegaskan bahwa keberadaan kampus PSDKU Unpatti memiliki arti strategis bagi generasi muda MBD agar bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa untuk menghormati keputusan keluarga serta bersama-sama mengawal proses penyelesaian administrasi lahan ini agar berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(MT-01)

 

 

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *