“Yayasan akan memperbaiki struktur organisasi, pengelolaan keuangan, manajemen risiko, hingga sistem pengawasan internal. Hubungan kemitraan dengan pemerintah, DPRD, sektor swasta, dan perguruan tinggi juga akan diperluas demi mencari solusi nyata,” tandas Nendissa.
Ambon,moluccastimes.id-Rumah Sakit (RS) Sumber Hidup GPM Ambon yang telah melayani masyarakat sejak tahun 1946, kini tengah menghadapi tantangan berat terkait keterbatasan fasilitas medis dan persiapan akreditasi.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara pengurus baru Yayasan Kesehatan Gereja Protestan Maluku (GPM) dengan manajemen rumah sakit di Aula RS Sumber Hidup, Kamis 13/08/2026.
Plt. Direktur RS Sumber Hidup GPM, dr. Ivan Abednego, mengungkapkan bahwa rumah sakit dengan kekuatan sekitar 135 pegawai ini mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas dan peralatan medis yang sudah berumur tua.
Selain persoalan infrastruktur, rumah sakit juga menghadapi keterbatasan tenaga dokter spesialis, kebutuhan tenaga bendahara, serta pemenuhan administrasi kepegawaian.
“Kami juga harus melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan, pelayanan BPJS, serta program pelayanan gratis bagi masyarakat. Saat ini kami pun sedang mempersiapkan proses akreditasi rumah sakit,” ujar dr. Ivan.
Merespons kondisi tersebut, Ketua Yayasan Kesehatan GPM, Dr. Reny Nendissa, SH, MH, menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Yayasan akan memperbaiki struktur organisasi, pengelolaan keuangan, manajemen risiko, hingga sistem pengawasan internal. Hubungan kemitraan dengan pemerintah, DPRD, sektor swasta, dan perguruan tinggi juga akan diperluas demi mencari solusi nyata,” tandas Nendissa.
Usai pertemuan, jajaran pengurus yayasan langsung melakukan inspeksi ke poliklinik, ruang perawatan, instalasi farmasi, ruang operasi, dan paviliun.
“Hasil peninjauan langsung terhadap fasilitas yang rusak dan tua ini akan dijadikan dasar utama dalam menyusun cetak biru (blueprint) pengembangan dan pemulihan layanan RS Sumber Hidup GPM ke depan,” harap wanita smart itu.
Dalam inspeksi tersebut Ketua Yayasan Kesehatan GPM didampingi Wakil Ketua dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, dan Bendahara Pdt. Fany Pasanea, serta Anggota Yayasan, Conny Lelapary M.SI, serta Fembryano Lesnusa. (MT-01)






