“Kami mengapresiasi Agen Aktif yang telah terlibat dalam program percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan kini telah menjangkau 23.414 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 19,45 persen dari total target 120.396 KK,” jelas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ir. Ronald Lekransy, M.Si, Minggu, 19/07/2026.
Ambon,moluccastimes.id-Dalam 2 pekan terakhir, program percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kota Ambon telah melibatkan 524 Agen Aktif sebagai kunci keberhasilan pendataan.
“Kami mengapresiasi Agen Aktif yang telah terlibat dalam program percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan kini telah menjangkau 23.414 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 19,45 persen dari total target 120.396 KK,” jelas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ir. Ronald Lekransy, M.Si, Minggu, 19/07/2026.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen semua pihak, dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kota Ambon.
“Meski baru berjalan waktu relatif singkat, proses pendataan terus berkembang positif berkat kerja keras petugas di lapangan. Kehadiran para agen tidak hanya memastikan data tercatat dengan benar, tetapi juga membangun kepercayaan warga terhadap upaya pemerintah, untuk mewujudkan sistem pelayanan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” jelas pria smart itu.
Digitalisasi bansos memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak.
“Bagi masyarakat, hal ini mempercepat pelayanan administrasi, serta menjamin penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran. Sedangkan bagi pemerintah, data langsung dari lapangan menjadi dasar penyusunan kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih akurat, serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran,” papar Lekransy.
Ditambahkan, melalui data yang diperbarui secara berkala, pemerintah memiliki landasan lebih kuat, dalam mengambil keputusan dan menyusun program pembangunan, yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Bagi warga yang belum terdata, agar segera berkoordinasi dengan agen percontohan maupun perangkat desa atau kelurahan. Sebab partisipasi seluruh warga sangat menentukan keberhasilan program ini, sekaligus menjadi fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik di masa depan,” kuncinya. (MT-01)






