Perkuat Ekosistem Media Arts, Bappeda Malang Gali Praktik Baik Ambon UCCN City of Music

by -13 Views

“Kami datang ke Ambon bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan untuk menyerap formula sukses bagaimana Bapperida Kota Ambon mampu mengintegrasikan program City of Music ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah (RPJMD/RKPD) secara inklusif. Kami ingin memastikan bahwa status UNESCO Creative City of Media Arts yang disandang Kota Malang tidak berhenti sebagai label, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang tertuang nyata dalam kebijakan anggaran dan program kerja,” ujar Dwi Rahayu di sela-sela pertemuan.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan mematangkan implementasi program UNESCO Creative Cities Network (UCCN), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang melaksanakan kunjungan studi tiru ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Ambon, Kamis 29/10/2026.

Kunjungan ini berfokus pada pertukaran pengalaman terkait strategi keberlanjutan Ambon yang telah mapan sebagai UNESCO Creative City of Music, guna diadaptasi dalam pengembangan Kota Malang sebagai UNESCO Creative City of Media Arts.

Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, mengungkapkan bahwa pemilihan Kota Ambon sebagai lokus studi tiru didasari oleh rekam jejak impresif ibu kota Provinsi Maluku tersebut dalam mempertahankan predikat kota kreatif dunia selama tujuh tahun terakhir.

Malang ingin menggali lebih dalam mengenai formula integrasi program kota kreatif ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah secara struktural.

“Kami datang ke Ambon bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan untuk menyerap formula sukses bagaimana Bapperida Kota Ambon mampu mengintegrasikan program City of Music ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah (RPJMD/RKPD) secara inklusif. Kami ingin memastikan bahwa status UNESCO Creative City of Media Arts yang disandang Kota Malang tidak berhenti sebagai label, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang tertuang nyata dalam kebijakan anggaran dan program kerja,” ujar Dwi Rahayu di sela-sela pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa aspek penguatan peran komunitas, komunikasi antarpelaku kreatif, serta pengelolaan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif menjadi agenda utama dalam diskusi interaktif antarkedua lembaga.

Dwi berharap, praktik baik dari Ambon dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan fasilitas publik seperti Malang Creative Center (MCC) dalam menyokong subsektor media arts, khususnya industri gim, animasi, dan aplikasi digital.

Pertemuan strategis ini juga mengupas tuntas implementasi kolaborasi pentahelix kerja sama sinergis antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media.

Di Ambon, kolaborasi ini terbukti sukses menghidupkan kurikulum musik lokal di sekolah-sekolah serta menggerakkan roda ekonomi berbasis komunitas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapperida Kota Ambon, Dr. Enrico R. Matitaputty, S.T., M.Tech, menyambut baik kehadiran delegasi Kota Malang. Beliau menekankan bahwa kunci dari keberlanjutan sebuah kota kreatif terletak pada konsistensi regulasi yang berpihak pada ekosistem akar rumput.

“Inovasi dan kolaborasi adalah kunci utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. Di Ambon, status kota kreatif ini diperkuat dari bawah melalui keterlibatan aktif komunitas seni, kurikulum musik lokal di sekolah-sekolah, hingga komitmen penuh dari pemangku kebijakan. Pertemuan dengan Kota Malang ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat baik bagi kita untuk saling melengkapi, mengawinkan harmoni musik Ambon dengan inovasi digital media arts khas Malang,” tegas Matitaputty.

Pertemuan strategis ini ditutup dengan keikutsertaan delegasi Malang dalam rangkaian Amboina International Music Festival (AIMF) 2026.

Kehadiran delegasi Malang di tengah festival internasional tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring antarkota kreatif UCCN serta membuka peluang kolaborasi lintas subsektor di masa depan mengawinkan melodi musik Ambon dengan inovasi digital media arts Malang demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(MT-01)

 

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *