Lewat TABAOS DPK, Marsia Mulan Gagas 7 Strategi Transformasi Literasi Di Kota Ambon

by -2 Views

“Fasilitas ini ditargetkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mampu mendorong lahirnya warga Ambon yang gemar membaca, terampil, dan mandiri,” pungkas Marsia.

Ambon,moluccastimes.id-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon resmi meluncurkan inovasi TABAOS DPK (Perpustakaan Berdaya Berbasis Kolaborasi Komunitas Literasi untuk Meningkatkan Literasi dan Keterampilan Masyarakat Kota Ambon).

Program ini diinisiasi langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, Marsia Mulan, S.E., M.M., sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil karena meningkatkan minat baca masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Dibutuhkan strategi, pendampingan, dan keterlibatan berbagai pihak agar budaya literasi tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.

TABAOS DPK disiapkan dengan tujuh strategi utama untuk memperluas akses bacaan, membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kemampuan memahami informasi, sekaligus mengembangkan keterampilan masyarakat. Tujuh strategi tersebut meliputi :

• Penguatan tata kelola kolaborasi antar pihak terkait.
• Pembentukan kemitraan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
• Pemetaan kebutuhan bahan bacaan masyarakat.
• Pengembangan layanan koleksi buku bergerak.
• Pendampingan literasi melalui kegiatan membaca, membaca nyaring, dan diskusi.
• Pengembangan keterampilan berbasis pengetahuan (literasi inklusi sosial).
• Penguatan kebijakan dan evaluasi layanan secara berkala

Pada tahap pengembangan awal, program ini menyasar lima wilayah percontohan, yaitu Negeri Batu Merah, Desa Galala, Desa Poka, Desa Hunuth Durian Patah, dan Kelurahan Rijali.

Pelaksanaannya di lapangan melibatkan pemerintah negeri/desa/kelurahan, pengelola perpustakaan, komunitas dan pegiat literasi, serta mitra pendamping.

Melalui pola kolaborasi ini, masyarakat tidak hanya didorong untuk membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan program nantinya akan diukur melalui pemanfaatan bahan bacaan, kemampuan memahami informasi, serta penerapan pengetahuan menjadi keterampilan hidup yang mandiri.

“Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon juga telah menyiapkan draf Peraturan Wali Kota tentang Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Pegiat Literasi dalam Penguatan Budaya Literasi Masyarakat Kota Ambon,” lugas Marsia, Selasa 03/11/2026.

Dirinya berharap, melalui TABAOS DPK, perpustakaan di Kota Ambon tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku.

“Fasilitas ini ditargetkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mampu mendorong lahirnya warga Ambon yang gemar membaca, terampil, dan mandiri,” pungkasnya. (MT-01)

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *