Ambon Siaga Darurat Kemarau, 34 Kebakaran Terjadi Dalam 10 Hari, Siswa Mulai Dibagikan Masker

by -12 Views
Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si

“Sudah kita perintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk membagikan masker kepada seluruh siswa-siswi sekolah di Ambon. Pembagian melalui sekolah lebih efektif,” ujar Wali Kota usai memimpin apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin 12/10/2026.

Ambon,moluccastimes.id-Kota Ambon saat ini tengah menghadapi kondisi darurat akibat kemarau berkepanjangan dampak dari fenomena El Niño.

Pemerintah Kota Ambon melaporkan telah terjadi 34 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hanya dalam kurun waktu sepuluh hari pertama di bulan Oktober 2026. Situasi ini kian mengkhawatirkan menyusul penurunan drastis debit air bersih serta munculnya kabut asap yang mulai menyelimuti kota.

Menanggapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap tersebut, Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si bergerak cepat menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk segera membagikan masker kepada seluruh siswa sekolah di Kota Ambon.

Langkah ini diambil agar perlindungan kesehatan dapat menjangkau para pelajar secara merata dan efektif.

“Sudah kita perintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk membagikan masker kepada seluruh siswa-siswi sekolah di Ambon. Pembagian melalui sekolah lebih efektif,” ujar Wali Kota usai memimpin apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin 12/10/2026.

Ancaman Kekeringan Enam Bulan Kedepan

Kondisi ini diprediksi akan berlangsung cukup lama. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan di Kota Ambon diperkirakan baru akan turun pada Maret 2027.

Artinya, warga Ambon masih harus menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem selama enam bulan ke depan.

“Bayangkan, masih ada enam bulan. Dalam kondisi seperti ini, sebagai manusia biasa, kita mesti cemas dan khawatir. Namun, yang paling penting adalah apa yang harus kita lakukan hari ini,” tandas Wali Kota.

Apresiasi Petugas dan Jaga Lingkungan

Bodewin juga menyoroti beratnya beban kerja tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terus berjibaku di lapangan. Kebakaran yang terjadi kerap beruntun di berbagai titik, seperti yang terjadi di kawasan Gunung Nona yang kemudian langsung disusul laporan kebakaran di Latuhalat.

Untuk menekan angka kebakaran, Pemkot Ambon meminta para ketua lingkungan (RT/RW) menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga. Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menyetop aktivitas membakar sampah yang dapat memicu kobaran api besar di tengah vegetasi yang kering.

“Ketua-ketua lingkungan mesti menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan dan mengedukasi masyarakat. Jika kita saling menjaga, dampaknya akan sangat besar,” tegas Wali Kota.

Pemkot Ambon berharap kedisiplinan warga dan sinergi bersama dapat meminimalkan dampak buruk dari krisis iklim ini.(MT-01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *