ASDP Ambon Pastikan Angleb Aman, 11 KMP Di-Ramp Check-kan

by -67 Views

“KMP yang dilakukan pengecekan diantaranya  KMP Wayangan dengan rute Galala-Namlea. Untuk KMP Inelika, KMP Erana, KMP Terubuk, dan KMP Rokatenda dengan rute Hunimua-Waipirit, pengecekan dilakukan secara gabungan oleh KSOP, UPT, dan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) dalam tiga tahap pemeriksaan. Selain itu, pengecekan juga dilakukan untuk KMP Samandar dalam lintasan Waai-Umeputih-Nalahia-Masohi,” rincinya.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya memastikan kesiapan armada menyongsong angkutan lebaran (angleb) 2026, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ambon melakukan Ramp Check terhadap 11 Kapal Motor Penyeberangan (KMP).

Demikian General Manager ASDP Ambon, Syamsuddin Tanassy, di ruang kerjanya, Jumat 06/02/2026.

“Ramp Check kita lakukan untuk memastikan seluruh kapal yang akan beroperasi saat angkutan lebaran nanti memenuhi standar keselamatan,” ungkap Tanassy.

Disebutkan pengecekan itu dilakukan terhadap KMP pada lintasan strategis.

“KMP yang dilakukan pengecekan diantaranya  KMP Wayangan dengan rute Galala-Namlea. Untuk KMP Inelika, KMP Erana, KMP Terubuk, dan KMP Rokatenda dengan rute Hunimua-Waipirit, pengecekan dilakukan secara gabungan oleh KSOP, UPT, dan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) dalam tiga tahap pemeriksaan. Selain itu, pengecekan juga dilakukan untuk KMP Samandar dalam lintasan Waai-Umeputih-Nalahia-Masohi,” rincinya.

Untuk wilayah Tual, lanjutnya, Ramp Check akan dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tual.

“Dari total 11 KMP tersebut, 3 KMP berada di wilayah Maluku Tenggara, 2 KMP lainnya, yakni KMP Temi dan KMP Tanjung Madlahar, masih dalam proses Docking. Dipastikan selesai Docking akan segera beroperasi,” tandasnya.

Menurut pria smart itu, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, pihaknya berfokus pada 3S.

““Fokus kami dalam tiga aspek yaitu Safety (Keselamatan), Service (Pelayanan), dan Security (Keamanan) sebagai komitmen utama perusahaan dalam memberikan pelayanan prima, terutama di era transformasi digital,” ulasnya.

Dipaparkan, skema operasional disamakan dengan angkutan saat Natal Tahun Baru (Nataru).

“Skema operasional kita ini sangat efektif, terkhusus untuk rute Hunimua-Waipirit. Lima KMP kita aktifkan operasinya, sementara satu KMP tetap menjadi cadangan sehingga nantinya difungsikan untuk meminimalisir lonjakan penumpang. Mengapa skema ini kami lakukan, karena terbukti saat diterapkan pada H-3 Nataru kemarin,” papar Tanassy.

Ditambahkan pengecekan teknis KMP juga bertujuan memperkuat koordinasi dengan tim internal.

“Kesiapan armada harus dikonsolidasikan secara koorporatif, pasalnya kita harus memikirkan kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Karena itu pengecekan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi teknis terkait lainnya,” tambahnya.(MT-01)

 

dalambrita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *