Ambon,moluccastimes.id-Agenda Nonton Bareng (Nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Tim Nasional Belanda vs Swedia persembahan Pemerintah Kota Ambon bersama Konsulat Kerajaan Belanda di Maluku yang akan digelar di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu 21 Juni 2026 dini hari merupakan sarana memperkuat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Kota Ambon dan Maluku pada umumnya.
Demikian Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Dr. Ir Ronald Lekransy, M.Si, Jumat 19/06/2026.
“Konsep awal Nobar ini tercipta dari komunikasi Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si bersama Ambassador of the Kingdom of the Netherlands to Indonesia (Duta Besar Belanda untuk Indonesia), H.E. Mr. Marc Gerritsen. Kolaborasi ini tentunya sebagai jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola level internasional khususnya bagi pecinta tim nasional Belanda,” jelas Lekransy.
Diakuinya, konsep ini terbersit ketika Duta Besar Marc Gerritsen melakukan kunjungan ke Kota Ambon, akhir April 2026 lalu.
“Pak Dubes melihat sendiri bagaimana kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola. Dari situ muncul ide, untuk menggelar nonton bersama dengan para pendukung Tim Belanda di Ambon, dan gagasan itu mendapat respons positif dari Pemerintah Kota. Disisi lain, ini adalah pertama kalinya seorang Duta Besar diajak Nobar bersama masyarakat Kota Ambon, ” ujarnya.
Pria smart itu menyatir pernyataan Wali Kota yang selalu mengingatkan bahwa masyarakat Ambon dan Maluku memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan Belanda bahkan lewat pertandingan sepak bola.
“Tidak sedikit masyarakat yang mendukung Tim Nasional Belanda menjelang Piala Dunia. Sebab suasana Piala Dunia sudah terasa lewat berbagai atribut bernuansa oranye seperti jersey yang dikenakan maupun bendera yang terpampang pada mobi maupun yang dipasang di halaman rumah warga. Hal ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap tim Oranye,” paparnya.
Sepak Bola, Ruang Bertemu Dalam Kebersamaan Perkuat Persatuan
Ayah satu putri ini menilai, Nobar memiliki nilai sosial yang penting, karena mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.
“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Karena itu, Nobar ini tidak hanya menjadi ajang menonton pertandingan, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial dan semangat orang basudara yang selama ini menjadi identitas masyarakat di Kota Ambon,” Lekransy memberi alasan.
Selain itu, Piala Dunia selalu menjadi peristiwa yang dinantikan masyarakat, karena mampu menghadirkan suasana,kegembiraan dan hiburan bersama.
“Piala Dunia bukan hanya milik para pecinta sepak bola. Ajang ini menjadi pesta rakyat yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Karena itu, kami ingin momentum ini bisa dinikmati bersama, dalam suasana yang aman dan penuh persaudaraan. Karena itu diharapkan fanatisme olahraga tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial. Mari jadikan perbedaan itu sebagai simbol keberagaman yang memperkuat persatuan. Sehingga Ambon kembali menunjukkan diri sebagai kota yang damai, menjunjung tinggi toleransi, dan memelihara nilai-nilai persaudaraan,” pungkas Lekransy. (MT-01)






