Baru Mulai April, Negeri Di Pulau Saparua Ini Sudah Berhasil Lenyapkan 11 Ton Sampah !

by -15 Views
Rapat Umum Pelanggan Layanan Pengelolaan Sampah, Negeri Mahu

Dalam kurun waktu beberapa bulan operasional, sistem pengelolaan sampah mandiri yang baru pertama kali ada di Pulau Saparua ini telah berhasil mengelola dan menyelamatkan sebanyak 11,8 ton sampah agar tidak bocor dan mencemari lingkungan,” ucap Kepala Pemerintah Adm Negeri Mahu, Chistina M Lawalata.

Saparua,moluccastimes.id-Sebuah langkah besar untuk menjaga kelestarian lingkungan lahir dari sebuah pulau kecil di Maluku.

Melalui Rapat Umum Pelanggan Layanan Pengelolaan Sampah, warga Adminstrasi Negeri Mahu, Kecamatan Saparua Timur, digelar Kamis, 13/08/2026.

Sejak gerakan ini digulirkan pada April 2026, tercatat sebanyak 122 warga telah resmi bergabung sebagai pelanggan layanan.

Hal ini membuktikan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keasrian tanah kelahiran mereka dari ancaman penumpukan sampah.

“Dalam kurun waktu beberapa bulan operasional, sistem pengelolaan sampah mandiri yang baru pertama kali ada di Pulau Saparua ini telah berhasil mengelola dan menyelamatkan sebanyak 11,8 ton sampah agar tidak bocor dan mencemari lingkungan,” ucap Kepala Pemerintah Negeri Adm Mahu, Chistina M Lawalata.

Dominasi Sampah Organik dan Partisipasi Warga

Berdasarkan data laporan operasional, total sampah yang berhasil ditangani terdiri dari :
£. Sampah Organik : 8,4 Ton
£. Sampah Anorganik : 3,4 Ton

Meskipun sistem ini masih tergolong baru bagi masyarakat, kesadaran warga untuk mulai memilah sampah secara mandiri dinilai sangat luar biasa.

Saat ini, rata-rata pelanggan yang aktif mengikuti layanan dan mengeluarkan sampahnya di setiap sesi pengangkutan berkisar kurang lebih 30 pelanggan.

Optimisme Menuju Target Yang Lebih Besar

Pihak pengelola dan pelanggan mengakui bahwa angka partisipasi aktif harian ini masih berada di bawah target yang diharapkan. Namun, suasana optimisme tetap berembus kencang dalam musyawarah bersama tersebut.

Melalui keputusan-keputusan baru yang disepakati dalam Rapat Umum, warga Mahu yakin jumlah kepesertaan dan keaktifan akan terus meningkat pesat ke depannya.

“Kami sadar apa yang sudah dilakukan merupakan bukti bahwa kami mau menjaga lingkungan, tanah, dan negeri kami tercinta agar bersih, sehat, dan bebas dari sampah,” ungkap salah satu perwakilan warga dengan penuh semangat.

Kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri dari rumah tangga merupakan hal baru yang menantang di wilayah kepulauan.

Apa yang dimulai oleh Negeri Mahu diharapkan tidak hanya menjadi pengubah dinamika lokal, tetapi juga menjadi pemantik bagi negeri-negeri lain di Pulau Saparua untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *