BPJS Kes Papar Keberhasilan Lewat Public Expose Laporan Pengelolaan Program & Keuangan  2025

by -14 Views

Pujo mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada publik sekaligus wujud keterbukaan informasi atas pengelolaan Program JKN sepanjang tahun 2025.

Jakarta,moluccastimes.id-Lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN telah menunjukkan peran sebagai fondasi membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dirut BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito

“Program JKN tidak hanya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat,” ucap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis 02/07/2026.

Pujo mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada publik sekaligus wujud keterbukaan informasi atas pengelolaan Program JKN sepanjang tahun 2025.

Dikatakan, hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia yang diikuti dengan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan. Sementara sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau lebih dari 1,9 juta pemanfaatan layanan setiap hari.

“Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan,” kata Pujo.

Pujo menjelaskan, hingga tahun 2025 berbagai keberhasilan Program JKN diraih baik dari sisi anggaran, sosial ekonomi serta peròindungan masyarakat diantaranya :

£. Pengelaolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang sehat dan akuntabel.
£. Aset bersih DJS Kesehatan tercatat sebesar Rp 30,04 triliun akhir tahun 2025
£. Mampu bayar klaim selama 1,88 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
£. Hasil investasi Dana Jaminan Sosial Kesehatan mencapai Rp 3,94 triliun, ditunjang pengelolaan dana berorientasi pada keberlanjutan program
£. Capaian opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, atau 34 kali sejak PT Askes (Persero) dalam tahun buku 2025
£. Penilaian tata kelola organisasi mencatat skor 97,67
£. Maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC) mencapai skor 4,01
£. Baldrige Excellence Framework (BEF) mencapai skor 685
£. Survei Penilaian Integritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan skor 80,48
£. Sesuai kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Kontribusi JKN terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta memberikan dampak berganda pada sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta layanan sosial.
£. Selamatkan 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018-2019, melindungi 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.
£. Kenaikan 1% kepesertaan Program JKN, meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan angka harapan hidup mencapai tiga tahun dan produktivitas masyarakat
£. Sepanjang tahun 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp 191,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
£. Sebanyak 26,42 % biaya pelayanan kesehatan digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik yang dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini.
£. Inovasi Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165.
£. Perluasan jejaring fasilitas kesehatan dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang sebagai mitra BPJS Kesehatan di Indonesia

Menurut Pujo, keberhasilan tersebut menunjukkan Program JKN merupakan instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung produktivitas nasional sembari menjaga keberlanjutannya dalam meningkatkan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Karena itu, BPJS Kesehatan senantiasa mengoptimalkan upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan kolektabilitas iuran, serta memperkuat pengendalian biaya agar Program JKN tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tandasnya.

Diakui Pujo, keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa.

“BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN tetap berkelanjutan. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimis dapat membangun masyarakat yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (MT-01)