Evaluasi Smart City Nilai 3.6, Wali Kota Sebut Itu Hasil Kerja Kolaborasi & Ambon Siap Transformasi Digital

by -8 Views

“Puji Tuhan, hal ini menunjukkan, bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon, dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai membuahkan hasil. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, serta dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” Wali Kota berapresiasi.

Ambon,moluccastimes.id-Hasil Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 terhadap 10 Ibukota Provinsi, dimana Kota Ambon sebagai salah satu kota dengan capaian nilai 3,6 menjadi bukti Kota Ambon sementara bertransformasi digital.

“ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan, bahwa arah pembangunan kota yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar,” ungkap Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si di sela-sela pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu 01/07/2026.

Diakuinya hasil evaluasi yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

“Puji Tuhan, hal ini menunjukkan, bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon, dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai membuahkan hasil. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, serta dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” Wali Kota berapresiasi.

Pria smart itu menjelaskan konsep kota cerdas memiliki 6 dimenasi utama yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

“Dari hasil penilaian, Ambon memperoleh rincian nilai, yakni Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir sebesar 3,6. Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelas Wali Kota.

Ditambahkan sejumlah inovasi yang dilakukan diantaranya Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan 112, hingga program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Disamping itu, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia juga menjadi salah satu kekuatan, dalam pengembangan konsep Kota Cerdas, yang dipadukan dengan Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029,” lugasnya.

Disisi lain, perkembangan positif pada berbagai indikator pembangunan daerah juga turut berpengaruh diantaranya tingkat kemiskinan terus menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi, pelayanan kesehatan semakin terdigitalisasi melalui layanan e-Puskesmas yang terintegrasi dengan sistem SATUSEHAT, serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan terus kami kembangkan. Hal ini menunjukkan, bahwa arah pembangunan yang kami jalankan semakin terarah.

Meski demikian, Wali Kota mengakui, masih terdapat sejumlah catatan yang disampaikan tim asesor menjadi bahan evaluasi dalam upaya mempercepat Ambon Smart City.

“Sejumlah catatan prioritas untuk dibenahi seperti pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia (kerjasama dengan perguruan tinggi), percepatan pembangunan sistem Satu Data Ambon, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga upaya mitigasi bencana akan terus diperluas,” rincinya.

Wali Kota berharap Ambon memanfaatkan teknologi sebagai kota cerdas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, seluruh rekomendasi dari tim evaluator akan kami tindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan daerah. Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional” pungkasnya.(MT-01)