Buka International Hybrid Seminar, Rektor Unpatti : Menuju WCU, Perlu Transformasi Berbasis Kepulauan

by -4 Views

“Visi Unpatti sebagai universitas berkelas dunia (World Class University) bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis yang berakar pada karakteristik wilayah kepulauan Maluku dan Indonesia Timur. Identitas akademik berbasis kelautan menjadi fondasi utama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tandasnya.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional serta melahirkan gagasan inovatif yang berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan, Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar International Hybrid Seminar dengan tema “Elevating the Role of the University in the Sustainable Development of Archipelagic Regions” di Gedung Pascasarjana Unpatti, Rabu, 22/04/2026.

“Unpatti dituntut berperan aktif menghadirkan solusi berbasis keilmuan terhadap berbagai tantangan di wilayah maritim dan kepulauan, melalui penguatan riset pada bidang kelautan, pertanian kepulauan, sosial budaya, serta pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kawasan,” demikian Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat membuka kegiatan dimaksud.

Dirinya menegaskan komitmen Unpatti dalam mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang berkarakter kepulauan.

“Visi Unpatti sebagai universitas berkelas dunia (World Class University) bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis yang berakar pada karakteristik wilayah kepulauan Maluku dan Indonesia Timur. Identitas akademik berbasis kelautan menjadi fondasi utama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tandasnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa pengembangan institusi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui sejumlah penguatan.

“Pengambangan ini dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan jejaring kerja sama internasional. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan mampu menghasilkan luaran riset yang diakui secara global. Selain itu, peningkatan reputasi institusi turut didukung oleh tata kelola yang semakin baik serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperluas,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, penting ada relevansi kurikulum, produktivitas riset, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

“Di sisi lain, penerapan prinsip transparansi, integritas, dan pemanfaatan sistem digital menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola universitas yang modern, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

International Hybrid Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, yaitu Dr. Marthin G. Nanere dari La Trobe University (Australia), Prof. Sun-Kee Hong dari Mokpo National University (Korea Selatan), Prof. Reynold Tan dari University of the Philippines Visayas (UPV), Prof. Dr. Ir. Simon H.T. Raharjo, M.Sc. dari Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, serta Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retrabun, M.Sc. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura.(MT-01)