Buka Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026, Wali Kota Ambon Target 2030 Stunting dibawah 5%

by -6 Views

“Target ini memang harus dicapai dalam masa kepemimpinan saya dan Ibu Elly, karena itu mari kita sepakati bersama bahwa dampak stunting ini lebih dari pemenuhan kebutuhan, yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang mudah dialami oleh anak,” bebernya.

Ambon,moluccastimes.id-Mendapat pelayanan serta perawatan kesehatan merupakan hak asasi manusia sebagai fondasi penting pembangunan berkelanjutan dan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas.

Demikian Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si saat membuka kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026, Rabu 08/04/2026.

“Setiap orang berhak memiliki akses layanan kesehatan yang adil tanpa diskriminasi, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Baik itu layanan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif,” tandas pria smart itu.

Dikatakan, stunting merupakan tantangan serius bagi pembangunan bangsa yang berdampak pada produktivitas dan daya saing di masa depan.

“Mengapa demikian, karena stunting menyebabkan kerentangan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas di masa depan dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperoleh ketimpangan sosial,” jelas Wattimena.

Membaca data Lembaga Survei Kesehatan Indonesia (SKI), Kota Ambon menunjukkan tren penurunan stunting yang konsisten selama empat tahun terakhir, yakni 21,8% (2021), 21,1% (2022), 20,7% (2023), dan 19,7% (2024).

Pada tahun 2025, data menunjukkan terdapat 279 kasus stunting (prevalensi 1,60%) dari total 17.457 balita yang diukur. Memasuki awal tahun 2026, angka tersebut kembali menurun per Februari menjadi 271 kasus (prevalensi 1,58%), yang terdiri dari 80 balita sangat pendek dan 191 balita pendek.

“Hasil kolaborasi kita bersama membawa bukti nyata. Karena itu, saat ini saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan berkompetensi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Ambon,” Wattimena berapresiasi.

Ayah tiga anak itu menambahkan, Pemkot Ambon telah menetapkan target ambisius dalam RJPMD 2025-2029, di mana angka stunting ditargetkan turun sebesar 3% setiap tahunnya hingga mencapai di bawah 5% pada tahun 2030.

“Target ini memang harus dicapai dalam masa kepemimpinan saya dan Ibu Elly, karena itu mari kita sepakati bersama bahwa dampak stunting ini lebih dari pemenuhan kebutuhan, yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang mudah dialami oleh anak,” bebernya.

Wattimena mengingatkan Dinas Kesehatan akan menentukan lokus (lokasi fokus) stunting untuk tahun 2027.

“Lokus ini akan ditetapkan melalui SK Wali Kota sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan upaya penyembuhan dan intervensi secara konvergen,” pungkas Wali Kota. (MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *