Bukan Sekadar Kompetisi, Pattimura Law Fair Jadi Wadah Pemuda Lintas Pulau Unjuk Gigi

by -18 Views

“Prestasi dan kemampuan intelektual yang baik akan semakin bermakna apabila didukung dengan karakter yang baik, termasuk kemampuan menghargai perbedaan pandangan dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Dr. Nur Aida.

Ambon,moluccastimes.id-Tim Sultan Babullah dari SMA Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) sukses mengamankan gelar juara pertama dalam ajang bergengsi kompetisi debat hukum tingkat Provinsi Maluku Pattimura Law Fair 2026.

Menyusul di posisi kedua, Tim Martha Tiahahu dari SMA Negeri 3 Seram Bagian Barat, disusul oleh Tim Thomas Matulessy dari SMA Negeri 3 Ambon yang menempati peringkat ketiga.

Kompetisi yang diinisiasi oleh UKM Pattimura Law Debate and Research Society (PLDRS) ini diikuti oleh perwakilan dari 11 kabupaten dan kota di Maluku.

Pembina UKM PLDRS, Dr. Revency Rugeberg, S.H., M.H, menjelaskan bahwa turnamen diawali dengan babak 24 besar secara daring (online), hingga akhirnya menyaring enam sekolah terbaik untuk bertanding langsung di babak final di Kota Ambon.

“Mengingat kondisi geografis Maluku yang merupakan wilayah kepulauan, kehadiran peserta dari berbagai daerah seperti Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Seram Bagian Barat hingga menembus babak final merupakan capaian yang luar biasa,” ujar Dr. Revency disela penutupan kompetisi yang berlangsung di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti), Selasa, 29/09/2026.

Untuk menjaga kualitas dan memberikan atmosfer kompetisi tingkat tinggi, panitia menghadirkan dewan juri lintas sektor.

Para peserta dinilai langsung oleh kolaborasi para ahli, mulai dari akademisi Unpatti dan kampus lain, birokrat, Sekretariat DPRD Kota Ambon, Kementerian Hukum dan HAM, hakim Pengadilan Negeri, praktisi hukum, hingga peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., dalam pidato penutupannya menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.

“Prestasi dan kemampuan intelektual yang baik akan semakin bermakna apabila didukung dengan karakter yang baik, termasuk kemampuan menghargai perbedaan pandangan dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Dr. Nur Aida.

Pihak rektorat berharap lewat ajang Pattimura Law Fair ini, ketertarikan generasi muda Maluku untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Unpatti dapat terus meningkat, sekaligus menjadi batu loncatan mereka untuk berkompetisi di level nasional maupun internasional.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *