Dihadapan 1.713 Lulusan Unpatti, Gubernur Ingatkan Tantangan Era AI, Bungkus Integritas & Pela Gandong

by -34 Views
Sekda Provinsi Maluku, wakili Gubernur saat Wisuda Periode Oktober 2026

“Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Maluku, semangat Orang Basudara dan kearifan lokal Pela Gandong harus dijadikan fondasi utama persatuan, etika, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang serba dinamis,” tandasnya.

Ambon,moluccastimes.id-Ribuan lulusan baru Universitas Pattimura (Unpatti) diminta tidak lekas berpuas diri dengan gelar akademik yang kini melekat di nama mereka.

Di tengah disrupsi teknologi digital dan maraknya pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), para sarjana baru ini justru dituntut memiliki ketahanan karakter moral yang kokoh berbasis kearifan lokal.

Pesan tersebut mengemuka saat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali IE, M.Si., IPU., mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH, L.LM saat menghadiri Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Periode Oktober 2026 di Auditorium Unpatti, Senin 02/11/2026.

Prosesi sakral ini meluluskan sebanyak 1.713 mahasiswa dari program Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor.

Dalam arahannya, lewat Sekda Sadali Ie, Gubernur menyampaikan bahwa lanskap dunia kerja global saat ini telah berubah total. Kehadiran AI, kemajuan teknologi digital, hingga ancaman perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang hanya bisa dijawab oleh generasi yang adaptif dan berpikiran terbuka.

“Gelar akademik bukanlah jaminan keberhasilan apabila tidak disertai kemampuan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” tegas Sadali.

Di era yang serba digital ini, Pemerintah Provinsi Maluku mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak lagi cukup.

Mengelola potensi daerah seperti ekonomi biru, ketahanan pangan kepulauan, dan pariwisata membutuhkan pemuda yang tidak hanya kompeten secara teknologi, tetapi juga berintegritas.

“Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Maluku, semangat Orang Basudara dan kearifan lokal Pela Gandong harus dijadikan fondasi utama persatuan, etika, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang serba dinamis,” tandas Sadali.

Melalui momentum kelulusan ini, 1.713 wisudawan Unpatti diharapkan mampu pulang ke daerah masing-masing sebagai agen perubahan yang membawa inovasi baru, sekaligus menjadi benteng yang merawat nilai persaudaraan di tanah Maluku.(MT-01)

 

 

 

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *