Dishub Ambon Tindak Tegas Angkot Ilegal, Kadis : Bawa Bukti, Jangan Cuma Viral!

by -8 Views
Kepala Dishub Kota Ambon, Yan D. Suitela, S,STP

“Kami sangat terbuka menerima informasi. Tapi laporan harus disertai bukti, jangan hanya diviralkan tanpa data yang jelas,” pungkas Suitela.

Ambon,moluccastimes.id-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap dugaan beroperasinya angkutan kota (angkot) ilegal di wilayahnya.

Kepala Dishub Kota Ambon, Yan D. Suitela, S,STP meminta masyarakat atau pihak yang melempar tuduhan di media sosial untuk menyertakan bukti yang jelas dan akurat agar bisa ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami tidak pernah menutup diri. Kalau memang ada kendaraan diduga beroperasi tanpa izin, silakan laporkan dan sertakan bukti jelas agar kami bisa cek basis data,” ujar Kadishub, Selasa 04/08/2026.

Suitela menyayangkan informasi yang beredar di media sosial hanya bersifat opini tanpa dukungan data.

Menurutnya, hal tersebut justru menyulitkan proses penegakan aturan oleh petugas di lapangan. Selama ini, Dishub Ambon bersama instansi terkait rutin menggelar operasi penertiban.

Dalam operasi tersebut, petugas kerap menemukan pelanggaran administrasi seperti tunggakan pajak kendaraan dan dokumen pendukung yang mati.

“Penindakan kami lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, bukan berdasarkan isu atau tuduhan semata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kadishub juga membantah rumor bahwa dirinya menerbitkan izin baru untuk angkot yang tidak memenuhi syarat. Ia memastikan belum pernah menandatangani izin baru tersebut dan menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan datanya.

“Angkutan umum yang sudah tidak lulus uji berkala (PKB/KIR) wajib menjalani peremajaan dan dilarang beroperasi demi keselamatan penumpang,” tegasnya.

Dirinya mengajak warga Kota Ambon aktif mengawasi jalannya transportasi publik dengan mengirimkan laporan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami sangat terbuka menerima informasi. Tapi laporan harus disertai bukti, jangan hanya diviralkan tanpa data yang jelas,” pungkas Suitela. (MT-01)