Dojo Saka Mese Nusa Sabet Juara Umum Pattimura Shorinji Kempo Championship 2026

by -13 Views

“Kompetisi seperti ini mempersiapkan adik-adik untuk pada waktunya dapat berkompetisi di level yang lebih baik dan lebih tinggi, seperti Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON,” ujar Ketua Umum Perkemi Provinsi Maluku dalam sambutannya.

Ambon,moluccastimes.id-Dojo Saka Mese Nusa sukses mengukuhkan diri sebagai juara pertama dalam Kejuaraan Antar Dojo Pattimura Shorinji Kempo Championship V Tahun 2026.

Dominasi tim ini terlihat jelas lewat perolehan fantastis sebanyak 21 medali selama kompetisi berlangsung. Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kempo Universitas Pattimura (Unpatti) ini digelar selama tiga hari, mulai 24–26 September  2026, bertempat di Auditorium Unpatti.

Di posisi kedua, Dojo Kepulauan Tanimbar berhasil mengamankan gelar juara dengan raihan 11 medali. Sementara itu, peringkat ketiga ditempati oleh Dojo Universitas Terbuka yang membawa pulang 9 medali.

Acara penutupan kejuaraan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran perwakilan KONI Provinsi Maluku, para pembina, pelatih, wasit, serta ratusan atlet dari berbagai dojo di Maluku. Selain penyerahan penghargaan kepada para pemenang, momen penutupan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi perkembangan olahraga kempo di daerah tersebut.

Ketua Umum Perkemi Provinsi Maluku, Anos Yermias, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada UKM Kempo Unpatti atas konsistensinya menyelenggarakan kompetisi ini. Ia menekankan bahwa kejuaraan antardojo merupakan pilar penting dalam mematangkan mental dan jam terbang para atlet muda.

“Kompetisi seperti ini mempersiapkan adik-adik untuk pada waktunya dapat berkompetisi di level yang lebih baik dan lebih tinggi, seperti Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON,” ujar Ketua Umum Perkemi Provinsi Maluku dalam sambutannya pada penutupan Sabtu, 26/09/2026.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd., turut memuji semangat juang para peserta. Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan klasik yang dihadapi dunia olahraga mahasiswa, yaitu masalah finansial.

“Keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam mengikutsertakan atlet pada berbagai kejuaraan,” ungkap Nur Aida.

Ia berharap sinergi dan dukungan dari KONI serta Perkemi Maluku dapat terus diperkuat ke depannya. Dengan kolaborasi yang solid, keterbatasan anggaran diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi atlet-atlet potensial Maluku untuk unjuk gigi di kancah yang lebih luas.

Bagi para atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, Nur Aida memberikan pesan yang membakar semangat.

“Bagi adik-adik yang belum memperoleh juara, itu adalah kemenangan yang tertunda. Tetap semangat berlatih dan semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (MT-01)

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *