Efek Berganda Blok Masela : Potensi 150 Miliar Uang Beredar Di Maluku Per Tahun

by -26 Views
Wagub Maluku, Abdullah Vanath, S.Sos

“Optimalisasi tenaga kerja lokal dinilai menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi proyek ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” demikian Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, S.Sos saat membuka Seminar Komunikasi Sosial (Komsos) TNI bertajuk “Socio-Culture Net Gain: Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela” Selasa 20/10/2026.

Ambon,moluccastimes.id-Investasi raksasa pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian Maluku.

“Optimalisasi tenaga kerja lokal dinilai menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi proyek ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” demikian Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, S.Sos saat membuka Seminar Komunikasi Sosial (Komsos) TNI bertajuk “Socio-Culture Net Gain: Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela” Selasa 20/10/2026.

Menurut Wagub, Maluku sangat membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru agar tidak terus-menerus bergantung pada belanja pemerintah.

Kehadiran proyek gas Abadi Masela diyakini mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) yang masif bagi perekonomian hilir daerah.

Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko (Kasdam XV/Pattimura)

“Jika proyek ini mempekerjakan 5.000 orang dengan rata-rata upah Rp5 juta per bulan, perputaran uang dari gaji saja bisa mencapai Rp25 miliar per bulan atau Rp300 miliar setahun. Jika setengahnya adalah pekerja lokal, ada sekitar Rp150 miliar per tahun yang beredar di Maluku untuk belanja harian, kos, makanan, hingga transportasi,” ujar Wagub memberikan ilustrasi.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, mendorong keterlibatan penuh pelaku usaha lokal dan penguatan produksi daerah guna menekan ketergantungan pasokan barang dari luar wilayah.

Selain faktor ekonomi, keberlanjutan operasional Blok Masela juga menuntut stabilitas sosial yang kokoh, Dankodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menyatakan bahwa TNI siap memposisikan diri melampaui peran konvensional.

TNI tidak hanya bertindak sebagai penyedia keamanan, melainkan juga sebagai katalisator sosial guna menjembatani komunikasi dan membangun kepercayaan masyarakat.

“Komunikasi sosial adalah instrumen penting untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mencari solusi atas potensi konflik sosial yang bisa muncul. Pembangunan Masela harus selaras dengan karakteristik maritim, sosial-budaya, serta ketahanan wilayah Maluku,” ungkap Laksda Hanarko.

Dankodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas

Pentingnya menyuntikkan nilai lokal dalam pembangunan ini diamini oleh Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), Dr. Untung Yuwono.

Ia mengingatkan bahwa modernisasi dari investasi besar tidak boleh menggerus identitas daerah. Nilai adat seperti Pela Gandong harus dijadikan pilar utama dalam menjaga harmoni moral dan kendali lingkungan.

Seminar yang dimoderatori oleh akademisi Universitas Pattimura, Dr. Paulus Koritelu, ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai lini strategis, termasuk Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko (Kasdam XV/Pattimura), Sadali Le (Sekdaprov Maluku), M. Indarto Wibowo (SKK Migas), dan Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana (Arkeolog UI).

Melalui sinergi terpadu antara penguatan ekonomi lokal, pendekatan sosial budaya, dan stabilitas keamanan, proyek Lapangan Abadi Masela diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mendukung agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.(MT-01)

 

 

 

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *