HUT Ke-49 Pasar Modal : OJK Luncurkan ETF Emas, Bidik Penguatan Integritas & Likuiditas

by -4 Views

Produk ini dirancang untuk memperluas opsi investasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem keuangan nasional.

Jakarta,moluccastimes.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan instrumen investasi baru berbasis Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Senin 10/08/2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari delapan rencana aksi reformasi OJK untuk mendorong akselerasi pasar modal yang lebih transparan, tepercaya, dan inovatif. ETF Emas Jadi Pilihan Investasi Safe Haven Baru.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa ETF Emas merupakan salah satu capaian cepat (quick win) dari program pendalaman pasar terintegrasi.

Produk ini dirancang untuk memperluas opsi investasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem keuangan nasional.

Keunggulan utama ETF Emas yang diluncurkan meliputi :

£. Praktis & Likuid: Dapat diperdagangkan langsung di bursa saham layaknya saham biasa.
£. Prinsip Syariah: Memenuhi kepatuhan investasi syariah untuk menjangkau basis investor yang lebih luas.
£. Fungsi Safe Haven: Menjadi instrumen pelindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi.
£. Kolaborasi Bullion: Memperluas pasar emas batangan melalui sinergi antarlembaga dan pelaku industri.

Pertumbuhan Investor Tembus 30 Juta SID

Reformasi integritas yang dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menunjukkan hasil signifikan. Hingga Agustus 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Indonesia telah menembus 30,27 juta investor, melonjak 48,67 persen secara tahunan (year-on-year).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, memaparkan data kinerja pasar modal terkini antara lain :
£. Demografi Investor: Sebanyak 78 persen investor pasar modal saat ini berusia di bawah 40 tahun.
£. Penghimpunan Dana: Terealisasi sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi, dengan jumlah emiten melampaui 962 perusahaan.
£. Dana Kelolaan: Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana mencapai Rp667 triliun, dengan total Asset Under Management (AUM) berada di posisi Rp1.026 triliun.
£. Bursa Karbon: Volume transaksi akumulatif sejak September 2023 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar.

Dukungan Pemerintah dan Pengakuan Internasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran ETF Emas ini.

Pemerintah berharap instrumen baru ini mampu memperdalam pasar keuangan dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Di kancah global, kredibilitas pasar modal Indonesia juga semakin kuat setelah MSCI Market Classification Review mempertahankan posisi Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.

Untuk mempertahankan momentum positif ini, OJK bersama pemangku kepentingan tengah mempercepat tiga inisiatif strategis yaitu : Meningkatkan persyaratan minimum free float saham menjadi 15 persen; Menyusun kerangka pengaturan terkait High Shareholder Concentration (HSC); Meningkatkan transparansi kepemilikan saham di pasar modal.(MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *