Inflasi Tahunan Maluku Tembus 3,27%, Lewati Capaian Nasional

by -28 Views

Secara tahunan, inflasi Maluku menyentuh angka 3,27% (year-on-year/yoy). Meski lebih tinggi dari bulan lalu (3,13% yoy) dan di atas nasional (3,08% yoy), angka ini masih aman dalam target nasional 2,5±1%.

Ambon,moluccastimes.id-Faktor cuaca dan kebijakan transportasi jadi penyebab Provinsi Maluku mengalami inflasi sebesar 0,93% (month-to-month/mtm) pada Mei 2026.

Demikian rilis yang diterima media ini, Selasa 02/06/2026.

Angka ini berbalik dari kondisi bulan sebelumnya yang sempat mengalami deflasi 0,17% (mtm).

Kenaikan harga utamanya didorong oleh dua sektor pencetus yaitu :

£. Sektor Perikanan, dengan cuaca buruk, gelombang tinggi, dan curah hujan menghambat nelayan melaut, pasokan pasar menyusut. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas ikan layang, ikan tongkol, dan ikan cakalang.
£. Sektor Transportasi, tarif angkutan udara melonjak akibat pemberlakuan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026.
Aturan ini mengatur biaya tambahan (surcharge) akibat fluktuasi harga bahan bakar pesawat.

Kondisi Spasial dan Target Tahunan

Secara tahunan, inflasi Maluku menyentuh angka 3,27% (year-on-year/yoy). Meski lebih tinggi dari bulan lalu (3,13% yoy) dan di atas nasional (3,08% yoy), angka ini masih aman dalam target nasional 2,5±1%.

Inflasi bulan ini merata di seluruh wilayah indeks harga konsumen (IHK) Provinsi Maluku antara lain :

Kabupaten Maluku Tengah, menyumbang andil terbesar yaitu 1,34%.Kota Ambon: Memberikan andil inflasi sebesar 0,73%. Kota Tual, menyumbang andil inflasi terkecil di angka 0,46%.

Strategi TPID Amankan Pasokan Idul Adha

Menyikapi tren kenaikan ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku langsung bergerak lewat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Fokus utama ditekankan pada penguatan strategi 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Langkah taktis yang sedang berjalan meliputi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) massal dan melakukan sidak pasar jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

TPID juga memaksimalkan layanan penyeberangan ASDP untuk logistik, melakukan rakor mitigasi El Niño di Tual, serta menggelar peningkatan kapasitas (capacity building) internal.(MT-01)