“Fokus utama adalah memberikan pengetahuan kepada generasi muda Ema yang mengkonsumsi informasi keliru dari sosial media (FB, Tiktok, Instragram dll) padahal ada sumber yang benar berupa histori tercatat maupun lisan. Karena itu, Dewan Ihuresy mengambil tanggunjawab ini. Ihuresy.com memuat sejarah permukiman, di mana lokasi dan tempat-tempat yang membentuk komunitas, dipetakan dengan sangat teliti. Mulai dari sejarah perjalanan kapal ke Belanda hingga akar yang mendalam di Maluku, setiap langkah leluhur kita dihormati di sini,” jelasnya de Fretes.
Assen,Holland,moluccastimes.id-Dalam rangka menjembatani masa lalu dan masa depan melalui sumber informasi sejarah dan jiwa Ema Huaresi Rehung, Perkumpulan Ihuresy Assen, Holland meluncurkan situs resmi Ihuresy.com.
Menurut Anggota Perkumpulan Ihuresy, Anis de Fretes, situs ini resmi diperkenalkan pada 30 Mei 2026 dalam rapat anggota tahunan Perkumpulan Ihuresy di Assen.

“Situs Ihuresy.com ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas kita dan menjadi sumber informasi penting bagi siapa saja yang mencintai sejarah dan jiwa Ema Huaresi Rehung,” jelas de Fretes kepada moluccastimes.id lewat akun Whatsapp, Selasa 02/06/2026.
Dalam peluncuran situs Ihuresy.com juga diselingi dengan peluncuran set buku dua bahasa (Belanda-Indonesia) yang berjudul ‘Kroniek van Ema Huaresi Rehung’.
“Buku ini sangat diminati serta menjadi pelengkap fisik dari perpustakaan digital baru kita. Dimana terlihat para tamu sangat antusias,” ujarnya.
Pria smart ini menjelaskan Ihuresy.com membuka akses ke berbagai informasi berharga yang selama puluhan tahun tersebar di mana-mana.
“Fokus utama adalah memberikan pengetahuan kepada generasi muda Ema yang mengkonsumsi informasi keliru dari sosial media (FB, Tiktok, Instragram dll) padahal ada sumber yang benar berupa histori tercatat maupun lisan. Karena itu, Dewan Ihuresy mengambil tanggunjawab ini. Ihuresy.com memuat sejarah permukiman, di mana lokasi dan tempat-tempat yang membentuk komunitas, dipetakan dengan sangat teliti. Mulai dari sejarah perjalanan kapal ke Belanda hingga akar yang mendalam di Maluku, setiap langkah leluhur kita dihormati di sini,” jelasnya de Fretes.

Selain itu, dari sisi bahasa, adat, dan tradisi, Ihuresy.com berfungsi sebagai kompas budaya dengan menjelaskan latar belakang sosial-kemasyarakatan negeri Ema Huaresi Rehung’.
“Pembaca dapat menemukan informasi mendalam tentang adat, tradisi kuno, dan kebiasaan unik yang menyatukan kita. Bahkan lebih dari itu, agar budaya ini tetap lestari, Ihuresy.com menyediakan daftar kata-kata (glosarium) dan Logat Ema yang sangat berharga, sebuah daftar kata untuk menjaga keaslian bahasa daerah kita bagi generasi mendatang,” papar pria yang kerap disapa om Anis itu.
Disisi lain, lanjutnya, bagi pembaca yang mencari fakta dan hubungan keluarga, Ihuresy.com menyediakan kumpulan data yang lengkap, sumber informasi yang sangat berharga.
“Berikut kumpulan data yang tersedia yaitu :
• Catatan Sejarah: Daftar lengkap data kelahiran dan kematian penduduk Ema Huaresi Rehung.
• Catatan Perjalanan: Daftar rinci perjalanan kapal yang telah mengubah sejarah kita selamanya.
• Hak Atas Tanah (Dusun): Data detail tentang tanah-tanah dusun dan sejarah pembagiannya.

Dengan adanya Ihuresy.com dan buku ‘Kroniek’, kita memiliki dasar yang kuat untuk meneruskan cerita kita, baik cerita rakyat (mitos) maupun sejarah nyata, dengan rasa bangga. Disinilah fondasi untuk menjelajahi, belajar, dan mengingat kembali masa lalu guna menciptakan masa depan yang baik bagi generasi kita selanjutnya,” tandasnya dengan bangga.
Ditambahkan, kumpulan data merupakan hasil penelitian di Belanda, kemudian dari koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Juga dari sejumlah nara sumber diantaranya Mantan Ketua Sinode, Pdt. Elifas Maspaitella, yang menulis tesis tentang Negeri Ema, Rektor UKIM, Steve Gaspersz serta Pela Naku Amangdua.
“Kedepan, direncanakan ada dua orang Profesor yaitu Prof. Dr. Hermien L. Soselisa, M.A, guru besar dan dosen senior di bidang Antropologi & Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti dan Prof. Fridus Steijlen dari Universitas Leiden & Amsterdam) yang akan membantu membahas daftar nama-nama raja negeri Ema Huaresi Rehung, dari mulai tercatat a.l. Rumphius (1602 Simao Maitimo) hingga sekarang Janse Tresia Leimena. Totalnya kurang lebih 31 raja,” pungkas de Fretes.(MT-01)




.



