Kembali Unpatti Kukuhkan 6 Gubes, Perkuat Peran Unpatti Jawab Tantangan Daerah & Nasional

by -6 Views

“Berbagai orasi ilmiah yang disampaikan para Guru Besar mencerminkan kontribusi multidisipliner, mulai dari isu adaptasi dan resiliensi lingkungan, penguatan riset bahan alam berbasis potensi lokal, pengembangan identitas kultural melalui kajian bahasa, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk pemerataan akses dan pengambilan keputusan, hingga perencanaan wilayah terintegrasi dan penguatan literasi berbasis metakognisi,” jelas Rektor.

Ambon,moluccastimes.id-Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi Republik Indonesia Nomor 1759 – 1761/M/KPT.KP/2026 dan 44458/M/KPT.KP/2025 dan 44459/M/KPT.KP/2025 dan 44466/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen, kembali Universitas Pattimura (Unpatti) menerbitkan 6 Guru Besar (Gubes).

Acara Pengukuhan ke-6 Guru Besar tersebut dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas, di Aula Rektorat Unpatti, Rabu 11/02/2026.

Adapun keenam Guru Besar yang dikukuhkan dalam acara tersebut yaitu :
1. Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si dalam ranting ilmu/kepakaran Statistika Spasial pada Fakultas Sains dan Teknologi,
2. Prof. Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si., M.Si dalam ranting ilmu/kepakaran Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi,
3. Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum dalam Ranting Ilmu/kepakaran Pendidikan Bahasa Linguistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
4. Prof. Dr. Wilma Latuny, ST, M.Si, M.Phil.Ph.D dalam ilmu/kepakaran Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik,
5. Prof. Dr. Ir. Pieter Th. Berhitu, ST, MT dalam ranting ilmu/kepakaran Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik,
6. Prof. Dr. Kalvin Karuna, M.Pd dalam ranting ilmu/kepakaran Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti.

Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd mengatakan pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.

“Berbagai orasi ilmiah yang disampaikan para Guru Besar mencerminkan kontribusi multidisipliner, mulai dari isu adaptasi dan resiliensi lingkungan, penguatan riset bahan alam berbasis potensi lokal, pengembangan identitas kultural melalui kajian bahasa, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk pemerataan akses dan pengambilan keputusan, hingga perencanaan wilayah terintegrasi dan penguatan literasi berbasis metakognisi,” jelas Rektor.

Menurutnya, gagasan-gagasan tersebut memiliki relevansi strategis bagi Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang menghadapi dinamika pembangunan, tantangan lingkungan, serta kebutuhan penguatan sumber daya manusia.

“Potensi akademik yang dimiliki Unpatti harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” tandas Leiwakabessy.

Dirinya juga mengingatkan bahwa jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral dan akademik yang besar.

“Para Guru Besar diharapkan terus menghasilkan karya inovatif dan solutif melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, serta berperan aktif dalam membina dan mendorong percepatan kenaikan jabatan akademik dosen lain,” harapnya.(MT-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *