Kodam Pattimura Sebut Kawasan Pasar Mardika Ditata, Dorong UMKM & Cegah Kerawanan Kamtibmas

by -8 Views

“Penataan area kawasan tersebut diperlukan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat berlangsung secara lebih teratur dan nyaman, tanpa mengabaikan fungsi ruang publik seperti akses masyarakat, kebersihan, serta kelancaran lalu lintas,” ujar Letkol Inf Adi Swastika dalam keterangan resminya

Ambon,moluccastimes.id-Kodam XV/Pattimura memberikan klarifikasi terbuka terkait pembangunan fasilitas area parkir di kawasan aliran sungai Pasar Mardika yang belakangan ini menuai sorotan publik.

Langkah tersebut diambil untuk meluruskan informasi sekaligus memberikan edukasi yang berimbang mengenai tujuan strategis di balik penataan kawasan ekonomi dimaksud.

Kapendam XV/Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar membangun lahan parkir kendaraan, melainkan sebuah masterplan penataan kawasan yang terintegrasi.

Proyek ini difokuskan untuk mendukung aktivitas pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki ekosistem yang lebih layak dan teratur.

“Penataan area kawasan tersebut diperlukan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat berlangsung secara lebih teratur dan nyaman, tanpa mengabaikan fungsi ruang publik seperti akses masyarakat, kebersihan, serta kelancaran lalu lintas,” ujar Letkol Inf Adi Swastika dalam keterangan resminya, Sabtu 26/09/2026.

Berikut adalah poin-poin krusial terkait dampak positif dan teknis pembangunan kawasan Pasar Mardika :
• Peningkatan Kamtibmas: Mengubah citra kawasan Pasar Mardika yang padat—mengingat posisinya sebagai pusat ekonomi, terminal angkutan umum, dan pusat hiburan menjadi area yang lebih aman, tertib, dan minim kerawanan sosial.
• Optimalisasi Ruang Publik: Memisahkan aktivitas kendaraan dengan kegiatan perdagangan secara teratur guna mencegah penggunaan badan jalan yang memicu kemacetan parah.
• Mitigasi Lingkungan Ketat: Mengantisipasi sedimentasi dan penumpukan sampah musim hujan melalui sistem drainase modern, pengendalian limpasan air, dan pengelolaan sampah berkala.
• Pemeliharaan Rutin: Aliran sungai di sekitar lokasi dipastikan tetap terawat melalui agenda pembersihan rutin yang selama ini konsisten dijalankan oleh personel Kodam guna mencegah sumbatan di hilir.

Menanggapi tudingan pelanggaran tata ruang dan garis sempadan sungai, Letkol Inf Adi Swastika mengimbau semua pihak untuk melihat kondisi faktual di lapangan.

Menurutnya, kesimpulan harus diambil berdasarkan pemeriksaan objektif terhadap posisi pembangunan, dokumen perizinan, dan rencana tata ruang yang berlaku, bukan sekadar asumsi.

Pihak Kodam XV/Pattimura menegaskan berkomitmen penuh untuk menyelaraskan pembangunan ini dengan regulasi lingkungan hidup yang ada.

“Kritik dan kekhawatiran dari masyarakat dipandang sebagai masukan konstruktif demi memastikan aspek teknis berjalan optimal, dengan tujuan akhir memanfaatkan ruang publik sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat ekonomi lemah,” pungkasnya.(MT-01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *