Kubangun Sebut Kompetisi Sidang Peradilan Semu Piala Dekan III, Wadah Latih Kemampuan Ilmiah

by -11 Views

“Kompetisi sidang peradilan semu bukan sekadar ajang adu argumentasi, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih kemampuan berpikir logis, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta menghargai perbedaan pandangan secara ilmiah,” ujar Kubangun.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan praktik mahasiswa hukum dalam memahami proses peradilan secara komprehensif melalui simulasi persidangan, Fakultas Hukum (FH) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Kompetisi Sidang Peradilan Semu Piala Dekan III bertempat di Auditorium FH, Jumat, 22/05/2026.

Bertajuk “Pattimura Court Competition” kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd.

“Kompetisi sidang peradilan semu bukan sekadar ajang adu argumentasi, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih kemampuan berpikir logis, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta menghargai perbedaan pandangan secara ilmiah,” ujar Kubangun.

Dikatakan, mahasiswa hukum dituntut untuk mampu berbicara berdasarkan data, berpikir dengan etika, serta mengedepankan intelektualitas dalam menyampaikan argumentasi hukum.

“Sebab, di tangan mahasiswa hukum, nilai-nilai keadilan akan diperjuangkan dengan cara yang beradab,” ucap wanita manis berhijab ini.

Kubangun menekankan pentingnya menjaga sportivitas dalam kompetisi akademik.

“Seluruh peserta diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mampu menjadikan kegiatan tersebut sebagai proses pembelajaran untuk membangun kedewasaan akademik,” tandasnya.

Disisi lain, wanita smart ini menyoroti isu ketimpangan sosial di Maluku, khususnya terkait kondisi masyarakat pesisir yang hidup di tengah besarnya potensi sumber daya kelautan.

“Persoalan tersebut dapat menjadi ruang kajian kritis bagi mahasiswa hukum dalam menghadirkan solusi melalui argumentasi, analisis, dan pemikiran akademik yang konstruktif. Laut Maluku memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi mengapa masyarakat pesisir pada umumnya masih hidup dalam keterbatasan? Semoga melalui debat dan kompetisi ini lahir solusi-solusi untuk Maluku yang lebih baik,” ungkap beliau.

Kubangun berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi mahasiswa hukum yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan menghadirkan solusi, serta komitmen menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.(MT-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *