“Yang penting kemampuan Rektor Unpatti baru untuk melakukan transformasi yang besar,” tegas Prof. Patris, Kamis 05/11/2026.
Ambon,moluccastimes.id-Suksesi kepemimpinan di Universitas Pattimura (Unpatti) yang dijadwalkan bergulir pada awal 2027 bukan sekadar kompetisi popularitas di internal kampus.
Siapa pun figur yang ingin menggantikan Rektor saat ini, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, wajib mengantongi strategi matang untuk menaklukkan syarat krusial: meraih 35 persen hak suara dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) serta menggerakkan Senat Unpatti.
Tantangan strategis ini diungkapkan oleh akademisi senior yang juga mantan Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Patrisius Rahabav, M.Si.
Menurutnya, pergerakan untuk meraih simpati Senat dan melobi restu kementerian sebetulnya sudah mulai dipetakan oleh para kandidat sejak tahun lalu.
Saat ini, empat figur terbaik Unpatti telah mencuat ke permukaan untuk bertarung dalam bursa pemilihan.
Keempat nama ini dipastikan akan memperebutkan kursi nomor satu di kampus yang bermarkas di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon tersebut, menyusul keputusan Prof. Fredy Leiwakabessy yang tidak lagi mencalonkan diri karena faktor usia.
Namun, Prof. Patris mengingatkan bahwa memenangkan suara di atas kertas hanyalah langkah awal.
Tantangan sesungguhnya bagi Rektor baru yang terpilih nanti adalah kapasitas kepemimpinan untuk membawa perubahan radikal di perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Maluku ini.
“Yang penting kemampuan Rektor Unpatti baru untuk melakukan transformasi yang besar,” tegas Prof. Patris, Kamis 05/11/2026.
Siapa di antara keempat eksekutif kampus ini yang mampu meyakinkan Menteri Diktisaintek dan membawa cetak biru transformasi terbaik bagi masa depan Unpatti? Dinamika politik kampus di awal 2027 nanti yang akan menjadi penentunya.(MT-01)





